Browse By

Mutasi Pegawai Pemkot Pasuruan Belum Sentuh Eselon II

Mutasi Gelombang Pertama SeHat

PURWOREJO – Janji reformasi birokrasi yang digembar-gemborkan Wali Kota Pasuruan Setiyono usai dilantik 17 Februari lalu, mulai direalisasikan. Kemarin, digelar mutasi perdana pegawai Pemkot Pasuruan di era kepemimpinan Wali Kota-Wawali  yang akrab disapa SeHat tersebut.

Dalam mutasi yang digelar di Gedung Gradika Bakti Praja Kota Pasuruan kemarin (9/9), ada sebanyak 144 pegawai yang terkena mutasi. Namun, mutasi perdana ini belum menyentuh pejabat teras eselon II.  Tercatat, mutasi hanya melibatkan 3 camat, 30 lurah, 46 pegawai eselon III, serta 65 pe- gawai dari eselon IV.

Jajaran manajemen RSUD dr R. Soedarsono yang kerap disorot juga  dirombak. Beberapa pejabat yang diganti di antaranya Camat Purworejo Achmad Sudarto digantikan Supriyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Humas dan Protokoler.

Camat Gadingrejo, yang sebelumnya dijabar Sugiarto digantikan oleh Hery Dwi  Sujatmiko yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Penagihan  dan Keberatan Dispenda. Selanjutnya, Camat Panggungrejo Edy Heri Respati digantikan oleh Mochammad Amien yang sebelumnya menjabat sebagai   Kabid Anggaran pada Badan  Pengelolaan Keuangan dan Aset  (BPKA).

Selain itu, kursi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pasuruan juga ikut berganti. Kepala Satpol PP yang sebelumnya dijabat Mimit Sri Hartoyo digantikan oleh Muhamad Yunus Ilyas yang sebelumnya menjabat sebagai kabid Perhubungan Laut Dishubkominfo.

Yunus Ilyas sen-diri bukan nama baru di Satpol  PP. Sebelumnya, ia juga pernah duduk di kursi yang sama sebelum dimutasi. Terkait pengangkatan Yunus, Setiyono pun memberikan klarifikasinya. Ia menepis tudingan  yang menyebutkan Yunus merupakan orang dekatnya saat pilwali lalu.

Loading...

Politisi asal Golkar itu menjelaskan, pihaknya tidak mengambil pusing atas isu muatan politis dalam mutasi tersebut.  Menurutnya, pejabat yang diganti dan dilantik kemarin berdasarkan kinerja semata. “Saya tidak punya orang dekat. Orang kan macam-macam wawasannya, yang saya nilai berdasarkan kinerja. Jangan dipolitisasi, lihat dari sudut pandang   yang bagaimana,” ujarnya.

Dalam struktur lurah yang di rombak, tercatat ada dua lurah  perempuan yang dilantik. Yakni, Lurah Randusari dan Lurah Bakalan. Sebagian besar lurah  baru yang dilantik kemarin adalah  lu lusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN)   termasuk camat.

“Memang kami kembalikan  fungsi lulusan STPDN ke seba- gaimana fungsinya sebagai aparatur negara. Lurah dan Camat  sebagian besar adalah lulusan   STPDN,” terang Setiyono. Yang juga dirombak dalam  mutasi perdana kemarin adalah  jajaran manajemen RSUD dr R.  Soedarsono.

Direktur RSUD dr.R. Soedarsono Kota Pasuruan Sudarmanto digantikan oleh Hendra  Romadhon yang sebelumnya menjabat sebagai kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes.  “Direktur RSUD yang baru sudah saya panggil untuk segera memperbaiki manajemennya.  RSUD harus lebih baik dari se-  belumnya,” imbuh Setiyono.

Di sisi lain, mutasi perdana yang dilakukan di pemerintahan  Setiyono, mendapat apresiasi  dari dewan. Setelah mutasi dilakukan, para pejabat yang baru, wajib mengikuti ritme kerja pemerintahan baru.“Paling tidak, harus cepat be-radaptasi. Kinerja juga harus  mewujudkan visi misi ataupun  RPJMD pemerintahan yang baru,”  beber Farid Misbah, wakil ketua Komisi I DPRD Kota Pasuruan.

Soal siapa saja yang menjadi pilihan Wali Kota, kata Farid, itu sudah menjadi hak preogratif Setiyono.  Dia meyakini orang-orang yang  kini menjadi pejabat baru, dipilih  karena sesuai kualitasnya. “Yang terpenting adalah bagaimana supaya kinerja meningkat dan pelayanan kepada masyarakat, bisa semakin bagus,”  harap Farid.

Disinggung soal mutasi yang belum menyentuh eselon II, Farid meyakini, Wali Kota pasti memiliki strategi tersendiri. Mutasian juga disebutkan kewenangannya berada penuh pada Wali Kota. (radar)