Browse By

Polisi Sulit Temui Dokter Dimas Kanjeng

PAJARAKAN – Upaya Polres Probolinggo mengungkap kasus pembunuhan Terhadap Ismail Hidayah dan Abdul Ghani, kembali menemui kendala. Selain belum berhasil meminta kesaksian Dinas Kanjeng Taat Pribadi, kini polisi menemui hambatan baru.

Selasa  (30/8) lalu, polisi gagal bertemu dokter asal Surabaya yang menyatakan Dimas sakit.  Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, Selasa (30/8) lalu, penyidik kembali mendatangi tempat praktik dokter tersebut. Tujuannya, untuk mengetahui  apakah Dimas tidak dapat memenuhi pemang gilan penyidik karena sakit atau alasan lain.

Namun, penyidik tak berhasil menemuinya. Sebab, yang bersangkutan tidak ada di tempat praktiknya. Bagian administrasi di tempat praktik dokter itu mengatakan, ia sedang mengisi kuliah di Jember. Sedangkan, nomor telepon seluler  dokter yang diberikan oleh bagian administrasi itu tak aktif.

“Sudah kami hubungi berulang kali, namun telepon seluler milik dokter itu tidak aktif,” ujar Arman. Mantan Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Metro Jaya ini mengaku, akan kembali mengatur jadwal bertemu dengannya. Pihaknya, berharap pertemuan dengan dokter   itu bisa dilakukan pekan depan.

Loading...

Alasannya, kesaksian Dimas sangat penting untuk mengungkap dua kasus pembunuhan itu. Pasalnya, kedua korban merupakan mantan anggota Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Begitu juga dengan mayoritas tersangka merupakan  orang-orang padepokan. Termasuk, empat tersangka lain yang kini masih boron.

“Empat tersangka masih kami buru,” ujar Arman. Ismail Hidayah, warga Kabupaten Situbondo ditemukan tewas terkubur di Desa Tegalsono, Kecamatan Tegalsiwalan,  Kabupaten Probolinggo, 5 Februari 2015  lalu. Setelah diselidiki,  ternyata dia tewas dibunuh oleh sekawanan pelaku.

Kini, enam tersangka sudah dibekuk dan sejumlah pelaku lain masih buron. Sedangkan, Abdul Ghani, warga Kelurahan  Semampir, Kraksaan, ditemuka tewas di Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.  Atas kasus ini, polisi telah membekuk enam tersangka dan masih memburu lima tersangka  lain.

Bahkan, disebut-sebut Ghani tewas  dibunuh di Padepokan Dimas Kanjeng. Polisi telah dua kali memanggil Dimas untuk  diperiksa menjadi saksi. Tapi, yang bersangkutan  tak menghadiri panggilan penyidik. Pertama, mangkir dan yang kedua, tak datang dengan  alasan sakit.

Kini, polisi berusaha menelusuri kebenaran sakit yang diterangkan sang dokter.  Tapi, rupanya polisi juga kesulitan menemui dokter asal Surabaya ini. (radar)

Incoming search terms:

  • berita kriminal probolinggo