Browse By

Bapak-Anak Tewas Dihantam Bus di Pajarakan

Bus Nekat Menyalip di Pertigaan Pajarakan

PAJARAKAN – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalan raya Kabupaten Probolinggo. Usai Selasa (12/7) lalu kendaraan roda tiga muat orang picu kecelakaan beruntun yang menewaskan satu orang dan delapan luka, kemarin giliran  bapak-anak yang jadi korban kecelakaan maut di sekitar  simpang tiga Pajarakan.

Korban nahas itu adalah Muhyi, 30, sang bapak dan Raka, 8, sang anak, keduanya warga Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar. Kemarin keduanya baru mendaftar ke Ponpes Genggong, Pajarakan. Saat perjalanan pulang, tragedi memilukan itu terjadi.

Bapak anak yang kemarin mengendarai motor Honda Vario N 2859 ME terlibat kecelakaan beruntun. Motor yang dikendarai keduanya tertabrak bus Akas jurusan Surabaya-Banyuwangi. Muhyi terpental dan Raka sang anak sempat terseret bersama motor sejauh  50 meter ke arah timur dari lokasi kejadian. Keduanya pun langsung tewas di tempat. 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo di lapangan menyebutkan, kejadian nahas itu terjadi sekitar pukul 13.30, siang  kemarin. Saat itu, bapak anak ini hendak pulang ke rumahnya di Liprak Kulon. Keduanya baru pulang dari Ponpes Pajarakan.  

Saat sampai di pertigaan Pajarakan, bapak-anak yang melaju dari arah selatan ini berniat belok ke arah barat. Posisi motor yang  dikemudikan Muhyi persis berada di belakang mobil Isuzu Panther AG 1720 RE yang dikemudikan  oleh Imam Ghofur, 46, warga Desa/ Kecamatan Rejotangan, Kabupaten  Tulungagung.  

Saat itu, mobil Isuzu Panther juga sama melaju dari arah selatan belok ke arah barat di simpang tiga Pajarakan. Baru belok ke arah barat, mobil Panther dan motor itu langsung  dikejutkan dengan keberadaan bus yang melaju kencang dari arah barat ke timur.

Menurut keterangan sejumlah  saksi mata, Bus Akas bernopol N 7375 US yang dikemudikan oleh Maryono, 36, warga kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, itu melaju dengan kecepatan tinggi. Saat di lokasi kejadian,  sopir bus diduga tak mengetahui  keberadaan mobil Panther dan motor dari arah berlawanan.

Loading...

Bus pun berniat menyalip kendaraan di depannya saat sampai di pertigaan Pajarakan. Walhasil,  tabrakan pun tak bisa dihindari.  Bus yang berada di lajur berlawanan langsung adu moncong  dengan mobil Isuzu Panther.

Usai menghantam mobil Panther, bus terus melaju ke arah timur dan menabrak motor yang dikendarai Muhyi dan Raka.  Akibatnya pun fatal. Muhyi yang berada di depan terpental. Semen tara Raka sang anak, ikut  terseret bersama motor hingga 50 meter ke arah timur.

Bus baru benar-benar berhenti persis di depan Pasar Pajarakan. Baik Muhyi dan Raka pun langsung meninggal di lokasi kejadian. Kondisi jenazah Raka yang paling parah. Kepalanya hancur dilindas roda bus. “Dari awal, sopir bus mengendarai  dengan ugal-ugalan sebelum  menabrak Panther dan korban,” kata Samsul Anam, salah satu  saksi mata.

Tak berselang lama, petugas kepolisian pun mendatangi lokasi kejadian. Jenazah Muhyi dan Raka langsung dilarikan ke kamar jenazah RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. Sementara sopir bus dan kernet bus langsung diamankan ke Mapolres Probolinggo untuk  menghindari amukan massa.

Polisi juga mengamankan motor,  bus, dan mobil Panther yang  terlibat kecelakaan. Sementara penumpang bus Akas yang terlibat kecelakaan itu langsung dioper ke bus lain yang melaju dari arah  yang sama.  “Untuk sementara ini, dugaan  awal terjadinya kecelakaan karena kelalaian sopir bus. Ia melaju  tidak di tempat yang seharusnya,” ujar Kasatlantas Polres Probolinggo  AKP Bambang Soegiharto, kemarin.

Usai kejadian, polisi langsung melakukan olah TKP dan memeriksa sopir dan kernet bus maut tersebut. Dari olah TKP diketahui, sopir bus sebenarnya sempat melakukan upaya pengereman. “Di TKP, kami menemukan ada bekas hitam di jalan sepanjang  sekitar 10 meter. Itu menandakan  bus sempat mengerem. Tapi,  karena laju bus cukup kencang, upaya pengereman itu pun tak  berhasil. Bus tetap menabrak  dan baru berhenti di depan pasar,”  jelas perwira polisi dengan tiga  setrip di pundaknya tersebut.

Sementara itu, sampai tadi malam  polisi masih terus mendalami  penyebab kecelakaan. Keterangan  sopir bus dan kernet bus disebutkan Bambang, tak sama dan cenderung berubah-ubah. “Yang jelas, baik sopir dan kernet  bus sama-sama negatif narkoba  saat kami periksa. Kerugian materi kecelakaan ini diperkirakan sekitar Rp 3 juta,” jelas Bambang.  (radar)

Incoming search terms:

  • bokep anak anak
  • bokep anak kecil barat
  • download bokep tante sama anak kecil
  • bokep ibu dan anak kecil
  • download bokep tante vs anak kecil