Browse By

Bocah Kelas III SD Tewas Tenggelam di Pemandian Tirto Ageng Lumbang

LUMBANG – Agenda silaturahmi dan wisata keluarga pasutri Didik Efendi, 36 dan Dewi Purwanti, 33, asal Lakarsantri, Surabaya ke Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, berakhir duka. Itu, setelah Sava Ojora Aron Efendi, 9,  anak pasutri tersebut tenggelam  saat bermain di pemandian Tirto  Ageng, Lumbang.

Diduga kuat, korban Sava tenggelam lantaran terpeleset. Sava di ketahui tak bisa berenang. Bocah yang masih  duduk di bangku kelas III SD itu pun  akhirnya meregang nyawa.  Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, tragedi itu terjadi sekitar pukul 12.45.

Keluarga Didik Efendi sendiri kemarin sedang berkunjung ke rumah Surono, temannya di Desa/Kecamatan Lumbang. Nah, saat orang tuanya masih asyik ngobrol, Sava Ojora ingin bermain ke tempat wisata Tirto Ageng. Ia pun akhirnya diantar oleh DA, 14, anak Surono menggunakan motor.

Kebetulan, jarak rumah Surono dengan tempat pemandian Tirto Ageng itu cukup dekat, berkisar 250 meter. ”Saya dan keluarga sudah biasa berkunjung ke rumah Surono, teman saya ini. Tadi (kemarin),  anak saya memang mengajak  bermain di sungai untuk mandi.  Kemudian diantar oleh anak teman  saya itu,” kata Didik Efendi, ayah korban Sava.

Sesampai di lokasi wisata pemandian, awalnya korban Sava langsung mandi di sungai yang dangkal, dengan kedalaman  sekitar setengah meter. Selanjutnya, DA dan teman lainnya menawarkan korban Sava menggunakan ban untuk berenang.

Tawaran itu sempat ditolak oleh Sava. Hingga akhirnya, korban Sava pun mandi berenang tanpa menggunakan ban. Tidak lama bermain di wisata pemandian sungai itu, ternyata ada kejadian sepeda motor hilang di tempat parkir.

Mendengar kabar itu, DA bersama pengunjung wisata lainnya beramai-ramai mengecek lokasi motor itu raib. DA khawatir motor yang hilang itu adalah motornya. Nah, diduga kuat, saat ditinggal oleh DA, korban berjalan di pembatas pemandian yang dangkal sisi utara dengan bagian selatan atau yang cukup dalam.

Loading...

Saat itulah, korban terpleset dan terjatuh  ke kolam pemandian dengan  kedalaman sekitar 1 meter. Korban Sava ditemukan tersangkut  di lubang saluran air  kolam sisi selatan dengan sisi  utara. ”Saya tidak tahu siapa yang pertama menemukan anak itu tenggelam. Tapi, anak itu tenggelam di sisi utara pojok barat, lubang saluran air itu,” kata  Dewi, 27, pengunjung asal desa  setempat.

Didik Efendi, sang ayah saat ditemui di Puskesmas Lumbang  mengatakan, dirinya tidak mengetahui  pasti kejadian anak sulungnya tenggelam. Saat itu, dirinya  berada di rumah temannya, Surono. Selang sekitar 10 menit anaknya  pergi bermain ke pemandian, ia mengaku perasaannya tak enak.

Ia dan anak bungsunya yang masih berusia 20 bulan pun lantas memutuskan untuk ke tempat pemandian sungai itu. Tiba di lokasi kejadian, dirinya  melihat suasana lokasi wisata  itu sudah ramai. Ia pun terkejut saat bertemu dengan DA.

Sebab, saat itu ia tak menemukan anaknya. Tidak lama kemudian, Didik mendapati anaknya tengah diangkat dari pemandian sungai oleh sejumlah warga dan dalam kondisi sudah tak bernyawa. “Saya tahunya, pas anak saya mau diangkat dari kolam pemandian  itu. Ternyata, anak saya  tenggelam dan sudah tidak sadarkan  diri dan langsung dibawa ke Puskesmas,” terang bapak dua anak itu.

Saat di Puskesmas, Sava disebutkan sudah meninggal. Kapolsek Lumbang AKP Mustadji  saat dikonfirmasi mengatakan, korban dipastikan meninggal dunia karena tenggelam  saat berenang di wisata pemandian sungai itu. Dari keterangan sejumlah saksi dan keluarga korban, Sava diketahui memang tidak bisa berenang.

”Tidak ditemukan bekas penganiayaan pada tubuh korban. Korban murni meninggal dunia karena tenggelam,” jelas Mustadji. “Keluarga korban sudah menerima atas kejadian itu dan menganggapnya sebuah musibah.  Karena itu, keluarga korban tidak menuntut dan langsung membawa  jenazah korban pulang ke   Surabaya,” kata perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya  itu kemarin. (radar)