Browse By

Sulit Cari Bidan, Persalinan Dilakukan Suami

PASANGAN suami istri (pasutri) Muhammad Romli dan Anisah, tidak pernah membayangkan, anak ketiga mereka bakal dilahirkan dengan cara cukup menegangkan. Anisah, melahirkan di tepian pematang sawah dengan bantuan sinar penerangan jalan umum (PJU) sekedarnya.

Tidak ada dukun bayi bersertifikat, apalagi bidan. Persalinan itu hanya dibantu seorang tukang becak yang mereka gunakan untuk mencari bidan. Syukur Alhamdulillah, bayi mungil perempuan  mereka itu akhirnya lahir dengan selamat.

Saat ditemui di kediamannya di Desa Manikrejo,  Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, kemarin (2/6), Romli mengisahkan proses persalinan istrinya yang penuh tantangan itu. Sambil duduk santai di ruang tamu rumahnya, Romli bercerita, selama kehamilan yang ketiga ini, istrinya rajin kontrol ke bidan di Puskesmas Rejoso.

Bidan menyebut, usia kandungan istrinya sudah lebih dari cukup untuk melahirkan. Oleh bidan  itu, Anisah lantas direkomendasikan untuk memeriksakan diri ke seorang dokter kandungan di Kota Pasuruan.  Maka berangkatlah, pasangan suami istri tersebut pada Kamis (30/6) siang ke seorang dokter kandungan  yang dimaksud.

Loading...

“Istri saya diminta USG sama bidan. Sebab, katanya anak di kandungan istri saya usianya sudah lebih 20 hari,” terang Romli. Romli dan istrinya, tentu saja deg-degan mendengar penjelasan bidan tersebut. Perasaan mereka campur aduk. Sebab,  ada tetangga mereka yang usia kandungannya lebih satu minggu.

Dan tetangga mereka saat  itu harus operasi untuk melahirkan  anaknya. Meski demikian, Romli tidak membantah. Dia pun membawa  istrinya ke dokter kandungan yang dimaksud. Namun, dokter yang memeriksa menerangkan, usia  kandungan Anisah masih normal. Bahkan, belum saatnya melahirkan.  Bayi mereka diperkirakan baru lahir pada 11 Juli nanti.

Sepulang memeriksakan diri itu, Anisah mengeluhkah perutnya sakit. Takut terjadi sesuatu, mereka sepakat pulang ke rumah orangtua mereka di Desa Kresikan, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan.

Jarak antara desa tempat tinggal keduanya dengan Desa Kresikan terbilang cukup jauh, sekitar 5 kilometer. Menjelang petang hari, Anisah kembali mengeluh perutnya sakit. Romli mengatakan, dirinya sempat menelepon bidan di desa tetangga, tetapi tidak ada jawaban.

Hingga sekitar pukul 19.00, Anisah tetap mengeluh sakit. Karena itu, keduanya pun naik becak menuju rumah bidan tersebut. Sayangnya, tempat praktik bidan yang dituju tutup. “Kami ke Desa Gayaman, karena di sana ada bidan. Saya telepon tidak diangkat-angkat. Akhirnya  kami langsung ke sana dengan naik becak. Namun, ternyata bidannya tutup,” ujar Romli.

Romli lantas membawa istrinya  pulang ke rumah mereka di  Desa Manikrejo. Perjalanan yang hanya mengendarai becak itupun dirasa cukup menguras tenaga  dan emosi keduanya. Sang istri terus berteriak menahan  sakit. Sementara untuk  sampai ke tempat tinggalnya, pasangan ini harus melewati sekitar tiga desa.

Parahnya, sebagian besar jalan desa meskipun sudah beraspal, namun masih minim PJU dan rumah warga. Saat sampai di Desa Lajuk, Kecamatan Gondang Wetan, yang merupakan jalan tembusan menuju kediaman keduanya,  kondisi Anisah makin lemah. Bahkan, saat itu kepala bayi sudah keluar. Sementara Anisah terus berteriak kesakitan.  Romli akhirnya mengambil keputusan nekat.

“Saat itu sekitar jam 20.00, jalanan sepi sekali. Akhirnya saya berinisiatif istrimelahirkan di jalan saja,” tuturnya. Becak yang mereka tumpangi  akhirnya berhenti di tepi sawah  dengan diterangi satu PJU. Romli pun terpaksa menangani sendiri persalinan istrinya. Sebab, tidak ada alat bantu sama sekali. Bahkan, tali pusar bayi terpaksa  dipotong kuku jari Romli.

Sang bayi yang kini diberi nama Lailatul Izah Romdhoniyahpun lahir dengan selamat. Namun saat akan mengangkat ari-ari si jabang bayi, Romli dilarang sang istri. Sebab, khawatir proses penanganannya keliru. “Sampai di sini kami akhirnya bisa panggil bidan dan ditangani. Bidannya kaget juga karena istri melahirkan di jalan,” terang  Romli tersenyum. (radar)

Incoming search terms:

  • melahirkan hanya dibantu suami
  • ibu melahirkan di air bersama suami
  • cerita melahirkan dibantu suami
  • video ibu melahirkan normal di bidan
  • ibu melahirkan di bantu suami
  • melahirkan dibantu suami
  • cerita melahirkan di bantu suami
  • bidan melahirkan sendiri
  • Cerita melahirkan
  • foto melahirkan dengan suami