Browse By

Sidak, DKP Kota Probolinggo Temukan Ikan Teri Berformalin

KADEMANGAN – Makanan dan minuman tak layak konsumsi masih banyak beredar di pasar. Kemarin, inspeksi mendadak (sidak) yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Probolinggo menemukan ikan teri asin berformalin yang dijual.

Ikan teri asin berformalin itu diambil dari salah satu pedagang di Pasar Ketapang, Kademangan.  “Dari hasil sidak ini, 1 sampel terbukti positif mengandung formalin. Yakni, sampel ikan teri asin,” ujar Wali Kota Probolinggo  Rukmini yang ikut dalam sidak hasil olahan perikanan,  kemarin (29/6).

Melihat temuan itu, Rukmini pun mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli aneka makanan dan minuman. Caranya, dengan memerhatikan kondisi ikan yang hendak dibeli. “Ikan yang dihindari lalat bisa menjadi indikasi ikan tersebut memiliki kandungan pengawet,”  ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala DKP A. Yudha Sunantya. “Jika tidak ada lalat di ikan segar dan ikan asin, bisa menjadi indikasi  bahwa makanan tersebut mengandung pengawet formalin. Namun, bukan berarti kita membeli  ikan yang banyak didatangi lalat ya,” jelasnya.

Loading...

Selain digelar di Pasar Ketapang, sidak kemarin juga digelar di dua pasar lainnya. Yakni, Pasar Baru dan Pasar Ikan Mayangan. Dari tiga pasar itu, diambil 51  sampel dari berbagai produk olahan ikan seperti ikan segar,  ikan asin, petis, serta terasi. Nah, dari 51 sampel itu, 1 sampel ikan teri asin positif mengandung formalin dengan kandungan  1,5 mg/ liter.

“Juga ada sampel terasi terpantau mengandung formalin, tapi dalam jumlah di bawah ambang batas. Terasi itu kami bawa ke Lab Dinkes untuk uji Rhodamin,” ujar Fitriawati, kabid Pengelolaan Sumber Daya Kelautan. Proses pengujian dilakukan langsung di depan pasar ikan.

Petugas dari DKP menghaluskan sampel ikan untuk dilarutkan  dan ditambahkan cairan keres 1 dan keres 2. Selanjutnya, disaring dan ditambahkan cairan  SO 1 dan SO 2.  Larutan sampel ikan akan berwarna  ungu jika positif mengandung formalin.

Semakin pekat warna ungu, kandungan formalin semakin besar. Fitri mengungkapkan, sampel ikan asin yang mengandung formalin ini berasal dari luar Kota Probolinggo seperti dari Lekok, Nguling. “Alhamdulillah kalau dari Kota Probolinggo tidak ada yang berformalin,” jelasnya.(radar)