Browse By

Lulusan SMP-SMA di Kabupaten Probolinggo Belum Terima Ijazah !!

PROBOLINGGO – Siswa-siswi SMP-SMA-SMK di Kabupaten Probolinggo sudah menerima kelulusan. Namun ironisnya, hingga saat ini siswa SMP-SMA-SMK yang sudah lulus itu belum juga menerima ijazah. Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat mengaku karena hingga saat ini belum juga menerima kiriman ijazah dari provinsi.

Hal itu disampaikan Kepala Dispendik Tutug Edi Utomo. Pada Jawa Pos Radar Bromo, Tutug mengatakan, ijazah bagi siswa SMP-SMA-SMK yang sudah lulus belum  juga diterimanya. Namun, untuk  SKHU (surat keterangan hasil ujian)  sudah diterima dan diserahkan pada sekolah.

“Kami masih menunggu ijazah dari provinsi. Karena ijazah itu dibuat oleh provinsi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin. Meski demikian, dikatakan Tutug, pihaknya menjamin persoalan ijazah itu tidak menjadi kendala bagi  siswa yang ingin melanjutkan  sekolah.

Sebab, pendaftaran sekolah atau kuliah cukup dengan surat keterangan lulus dan SKHU tersebut. Selain itu, mantan kepala Disbudpar itu menjamin, ijazah itu akan turun dalam waktu dekat. “Kami perkirakan dalam waktu dekat ijazah itu akan segera turun,” ujarnya.

Loading...

Berbeda dengan tingkat SD, baik SKHU maupun ijazahnya sudah diterima Dispendik. Kasi SD Roy Iskandar mengatakan, ijazah dan SKHU yang diterima sebanyak 13.594 lembar atau lebih banyak dari jumlah siswa yang lulus.

Sebab, sisanya itu diperuntukkan cadangan jika ada ijazah yang rusak atau salah penulisan. Tetapi, mencegah terjadinya banyak ijazah rusak akibat salah penulisan, pihaknya akan memberikan sosialisasi lebih dulu pada  kepala sekolah. Yakni, terkait cara  penulisan ijazah tersebut.

“Nanti  akan dilatih dulu bagaimana cara menulis atau mengisi identitas ijazah itu. Karena dikhawatirkan salah tulis,” terangnya. Di sisi lain, peserta unas SD tahun ini di kabupaten sekitar 13.206 siswa.  Meski jenjang SD dipastikan  lulus, namun ternyata ada juga  yang tidak lulus.

Penyebabnya, yang bersangkutan tidak mengikuti ujian nasional (unas). Karenanya, jumlah siswa yang lulus itu 13.201  siswa. “Dari lima siswa yang tidak  ikut unas itu, karena pindah ke luar kota, keluarganya meninggal,  dan sakit. Satu siswa SD swasta  dan empat siswa SD negeri,” terangnya.  (radar)