Browse By

Lagi, Bekuk Tersangka Carok

MAYANGAN- Satu persatu tersangka kasus penganiayaan yang menyebabkan Muhammad Mahrus, 32, tewas, Jumat (10/6) lalu, berhasil dibekuk anggota Polres Probolinggo Kota. Minggu (26/6) lalu, giliran tersangka Moh. Ali Sumaryono,  47, warga Kebonsari Kulon, Kecamatan  Kanigaran, Kota Probolinggo, yang diamankan.

Sumaryono dibekuk polisi setelah mendalami penyelidikan dan pemeriksaan terhadap tersangka Matroyo, 45, yang berhasil ditangkap dua pekan lalu. Sumaryono ditangkap di rumah saudaranya, di Desa Pesisir, Sumberasih,  Kabupaten Probolinggo, sekitar pukul 22.00 WIB.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Hando Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Trisno Nugroho mengatakan, kasus penganiayaan  yang terjadi di Gang Semeru, Kelurahan Bonsari Kulon,  Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, itu terus berkembang.

Setelah berhasil mengamankan Matroyo, pihaknya terus berupaya mengembangkan lebih  dalam. Sebab, diduga kuat kasus penganiayaan terhadap korban asal Jalan Kiai Hasan Jawiz, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran,  Kota Probolinggo, itu dilakukan lebih dari dua pelaku.

“Sekarang dua orang yang kami tetapkan tersangka. Matroyo dan Sumaryono. Sedangkan, H. Ali untuk saat ini masih berstatus  saksi,” ujarnya, kepada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin. Kasat Reskrim memastikan, masih ada keterlibatan tersangka lain selain Matroyo dan Sumaryono. Tapi, pihaknya belum bersedia membeberkannya.  Alasannya, masih terus menyelidikinya.

Loading...

“Untuk sementara memang baru dua tersangka. Tapi, masih ada tersangka lain yang kami selidiki,” ujar perwira dengan tiga setrip di pundaknya itu. Disinggung soal peran Sumaryono dalam kasus ini, Kasat Reskrim mengaku, masih mendalaminya. Sedangkan, Sumaryono  juga belum mengakui perbuatannya.

“Perannya masih kami dalami. Tapi, tersangka Sumaryono memang terlibat. Karena tersangka Matroyo mengaku melakukan bacokan itu bersama Sumaryono,” jelasnya. Menurut Kasat Reskrim, sejauh ini Sumaryono membantah terlibat  dalam kasus carok itu.

Tapi, alibinya yang mengaku berada di luar daerah saat kejadian, terbantahkan. Itu, setelah kepolisian mengecek bus yang membawa tersangka Sumaryono dari Madura ke Probolinggo. “Hak tersangka mau mengakui  atau membantah. Tapi, dasar  kami menangkap tersangka Sumaryono atas dasar keterangan tersangka Matroyo dan bukti  lainnya,” jelasnya.

Meski telah berhasil mengamankan dua tersangka, Kasat Reskrim mengaku, masih memburu tersangka lain. Sedangkan, tersangka Sumaryono disangka melanggar pasal 338 KUHP subsider pasal 170 KUHP. Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 15 tahun,” ujarnya.

Diketahui, Jumat (10/6) lalu, terjadi carok antara Muhammad Mahrus dengan kelompok Matroyo dkk. Akibat kejadian ini, Mahrus meninggal dunia dengan  21 luka bacok di sekujur tubuhnya. Dari kejadian yang  disebut-sebut dipicu utang piutang  ini, polisi telah mengamankan  dua tersangka.

Yakni, Matroyo, warga Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Kelurahan  Bonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran,  Kota Probolinggo. Serta, Sumaryono. Kini, mereka  sama-sama ditahan di Mapolres Probolinggo Kota. (radar)

Incoming search terms:

  • berita narkoba probolinggo
  • bokep juli 2016