Browse By

Siswi SMP Digilir di Kebun Kacang

Enam dari 9 Pelaku Sudah Ditangkap

GONDANGWETAN – Kasus perkosaan dengan korban di bawah umur kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan. Kali ini korbannya Cinta (nama samaran), 15, seorang siswa SMP yang tinggal di Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Para  pelaku yang jumlahnya ada 8 orang, menggilir Cinta di sebuah kebun kacang yang berlokasi di Dusun Bunyutan, Desa Keboncandi, Kecamatan Gondangwetan. Ironisnya, enam dari 9 pelaku masih berstatus pelajar. Enam pelaku tersebut sudah berhasil diringkus. Sementara tiga sisanya,  kini masih diburu polisi.

Tiga buronan itu,  bahkan menjadi pelaku utama karena yang mengawali aksi pemerkosaan tersebut. Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, aksi itu terjadi pada 17 Juni  lalu. Saat itu, 9 pelaku berniat pesta minuman  keras. 

Loading...

Mereka masing-masing, Mu, 18; Ma, 16; MF, 17; Ab. 16; MAZ, 18; dan SF. Keenam pelaku ini tinggal di Dusun Bunyutan, Desa Keboncandi, Gondangwetan. Keenamnya  sudah mendekam di tahanan. 

Selain mereka, pesta miras itu  juga diikuti oleh Amin, 25, warga Dusun Bunyutan, Desa Keboncandi; Samsul, 21; serta Yasir, 21. Dua nama pelaku yang terakhir disebut, berasal dari Desa Balunganyar, Kecamatan  Lekok.

Ketiganya masih berstatus DPO. Sembilan pelaku ini hendak menggelar pesta miras di sebuah kebun kacang di Dusun Banyutan, Desa Keboncandi, Kecamatan  Gondangwetan. Tampaknya, pesta itu sudah biasa mereka lakukan. Termasuk  saat bulan Ramadan seperti sekarang.  

Singkatnya, mereka urunan untuk membeli  arak. Saat itu, MAZ dan SF yang ditugasi untuk membeli arak. Namun, saat berangkat mereka juga diminta oleh pelaku yang lain,  untuk   mencari perempuan. Tujuannya adalah untuk menemani mereka minum.  

MAZ dan SF rupanya berhasil menemukan perempuan yang diminta kawan-kawannya. Buktinya, selain membawa literan arak, mereka  juga mengajak Cinta. Kabarnya, Cinta memang kenalan mereka dan mau-mau saja saat diajak  MAZ dan SF untuk ikut pesta miras.

Kontan kedatangan MAZ dan SF, disambut “suka cita” oleh tujuh pelaku lainnya. “Sampai  kemudian pesta miras digelar dan seluruh pelaku teler. Saat itulah aksi pemerkosaan terjadi,” beber IPTU Puryanto, kasubag humas Polres Pasuruan Kota.

Sampai kemudian salah satu pelaku yakni Amin, memulai niat busuknya. Di bawah pengaruh alkohol, Amin merencanakan pemerkosaan. Bahkan, dialah pelaku pertama yang menggagahi Cinta.

“Setelah puas menggagahi, Amin lalu menyuruh pelaku lainnya untuk ikut memperkosa  korban (Cinta). Enam dari delapan  pelaku  sempat menolak. Namun, Amin memaksa mereka agar mau mengikutinya untuk menggagahi korban. Alhasil, delapan  pelaku mau. Hanya SF saja yang menolak lantaran takut,” beber Puryanto.

Setelah menggilir Cinta sampai malam hari, para pelaku lalu mengantarkan Cinta ke rumahnya. Setibanya di rumah, tentu saja Cinta “klenger” lantaran dia digilir  oleh delapan pelaku. Akibatnya, orang tua Cinta curiga dan menanyakan ke korban.

Dengan  polos Cinta menjawab bahwa dia baru aja diperkosa. Seketika itu pula orang  tua Cinta melapor ke polisi. Tanpa waktu lama, enam pelaku berhasil dibekuk  di rumahnya masing-masing.  “Sempat  ada proses mediasi antara keluarga  korban dengan keluarga pelaku.

Mediasi  yang melibatkan aparat RT dan RW, juga sempat menimbulkkan kesepakatan. Namun karena kesepakatan gagal, orang tua korban  akhirnya melapor ke polisi sampai akhirnya enam pelaku sudah berhasil diamankan,”  beber  Puryanto. (radar)

Incoming search terms:

  • video siswi smp digilir
  • bokep digilir
  • download video siswi smp digilir
  • bokep smp digilir
  • bokep gondangwetan
  • bokepdigilirdikebun