Browse By

Lima Teman “Sahal” Ditangkap

KRAKSAAN – Mishal Budianto alias Sahal, 48, ternyata bukan satu-satunya anggota Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang ditangkap Polres Probolinggo terkait kasus pembunuhan. Selain Sahal, ada lima anggota padepokan lain yang kini sudah jadi tersangka kasus pembunuhan.

Kelima orang itu adalah Kurniadi, 50, warga Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Mojokerto; Tukijan, 50, warga Desa Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarmasin; Wahyu Wijaya, 50, warga  Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Selanjutnya, Samsudi, warga Desa Liprak, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo serta Ahmad Suyono, warga Kelurahan  Manukan Kulon, Kecamatan  Tandes, Surabaya. Kelima orang itu juga menunjuk Muhammad Sholeh sebagai kuasa hukumnya.

Diketahui, Sholeh juga merupakan kuasa hukum dari tersangka Sahal yang terlilit kasus pembunuhan Ismail Hidayah, warga Panarukan, Situbondo, yang juga mantan pengurus padepokan setempat. Sholeh menyebut, saat ini kelima orang itu ditahan di Mapolda Jatim bersama Sahal.

Loading...

Dalam berita acara penahanan dijelaskan, jika mereka ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus pembunuhan berencana. “Mereka juga anggota padepokan,” katanya. Namun, Sholeh tidak mengetahui dengan pasti kasus pembunuhan mana yang  disangkakan dilakukan oleh kelima kliennya tersebut.

“Saya tidak tahu apa mereka ditahan karena diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Abdul  Ghani (bos perhiasan batu mulia yang juga mantan anggota Padepokan Dimas Kanjeng) atau kasus pembunuhan Ismail Hidayah,” jelasnya.

Sholeh menyebut, BAP penahanan lima terdakwa itu tak jelas. Berbeda dengan penahanan Sahal yang disebutkan terkait pembunuhan di Tegalsono pada Februari 2015 silam. Pembunuhan  yang melilit Sahal itu  adalah penemuan mayat tanpa identitas di Tegalsono yang belakangan diduga adalah Ismail  Hidayah.

Diakui Sholeh, lima tersangka itu memang mengenal Ismail Hidayah  dan Abdul Ghani yang ditemukan tewas di sungai kawasan Wonogiri. Mereka kenal, karena dulu pernah sama-sama berada di padepokan yang sama.

Terpisah, Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin membenarkan penahanan kelima   orang itu. Menurutnya, mereka ditahan karena diduga  terlibat dalam pasal 340 tentang  Pembunuhan Berencana. Namun, perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu enggan  menjelaskan kelimanya terkait   kasus pembunuhan yang mana.

“Maaf, demi kepentingan penyidikan, saya tidak dapat mengatakannya,” terang mantan Kasubdit  III Polda Metro Jaya ini.(radar)

Incoming search terms:

  • padepokan dimas kanjeng taat pribadi terbaru
  • dimas kanjeng ditangkap
  • kanjeng dimas ditangkap
  • dimas kanjeng taat pribadi
  • kurniadi mlirip
  • padepokan dimas kanjeng 2016
  • taat pribadi
  • kasus dimas kanjeng
  • dimas kanjeng tertangkap
  • berita terbaru padepokan dimas kanjeng