Browse By

Kena Razia, Gepeng Menangis

Mayoritas dari Luar Kota, Sebagian Indekos

MAYANGAN – Isak tangis dan kejar-kejaran antara gelandangan pengemis (gepeng) dan Satpol PP mewarnai razia gepeng di Kota Probolinggo, kemarin. Sejumlah gepeng sempat meronta lantaran tak mau dibawa petugas penegak perda.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, razia gepeng itu digelar mulai pukul 09.00-13.00. Satpol PP membagi personelnya ke se jumlah titik. Beberapa tempat yang disisir petugas di antaranya Pasar Gotong Royong, alun-alun dan Masjid Agung,  Masjid An-Nur di Jalan Wahidin.

Di alun-alun, petugas penegak perda menyisir kawasan Masjid Jamik yang tiap Jumat langganan diserbu pengemis. Hasilnya, petugas membawa sekitar tujuh gepeng. Selanjutnya, petugas menyisir kawasan Jalan Wahidin, persisnya di gerbang Masjid An-Nur.

Loading...

Di situ, petugas mendapati sejumlah gepeng yang membawa anak kecil. Didatangi petugas, sejumlah gepeng pun sempat lari masuk ke area masjid lewat pintu belakang. Namun, akhirnya sejumlah gepeng itu berhasil diamankan. Saat diamankan, sejumlah gepeng itu sempat menangis dan meronta-ronta untuk dilepaskan.

“Jangan tahan ibu saya,” ujar salah satu bocah yang ikut mengemis bersama ibunya. Meski menangis, petugas tetap mengeler sejumlah gepeng itu ke truk Satpol PP. Selanjutnya, sejumlah gepeng itu dibawa ke Dinas Sosial (Dinsos) untuk diberi pembinaan.

Dari razia gepeng tersebut diketahui mayoritas gepeng warga luar kota. Mulai dari Jember, Lumajang, dan Bondowoso. Salah satu gepeng yang lolos dari razia mengaku, ia berasal dari Jember. Wanita paro baya ini mengaku, telah lama indekos di kawasan Merpati, Kelurahan Jati, Mayangan. Ia mengaku, sejumlah “rekan” seprofesinya asal Jember juga banyak yang indekos di kota.

“Banyak yang kos, kami ngemis untuk kebutuhan makan, bayar listrik, air, dan yang lainya. Setiap harinya, saya kadang mendapatkan Rp 40 ribu, tapi kadang tidak menentu,” ujar ibu yang mengaku bernama Mulan tersebut.

Sementara Kepala Dinsos Kota Probolinggo Mohammad Maskur menyebutkan, jelang Lebaran jumlah pengemis cenderung bertambah.

“Dari razia yang dilakukan hari ini (kemarin) didapati warga Jember, Lumajang, dan Bondowoso. Setelah dibawa ke kantor Dinsos, selanjutnya kami berikan pembinaan. Kemudian, hari ini (kemarin) juga mereka akan kami kirim ke Dinsos daerah asalnya masing-masing,” bebernya. (radar)

Incoming search terms:

  • bokep menangis