Browse By

Melanggar, Izin Trayek Dicabut

Dishub Periksa 600 Armada Bus

PROBOLINGGO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo mulai melakukan persiapan untuk arus mudik Lebaran. Salah satunya dengan melakukan pengecakan armada bus di wilayah Kota Probolinggo.

“Untuk persiapan arus mudik sudah kami lakukan. Sejak kemarin (20/6) sudah dilakukan pengecekan armada bus. Rencananya, sampai Rabu,” ujar Kepala Dishub setempat, Acep Arief Hidayat pada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin.

Untuk di wilayah Kota Probolinggo, ada sekitar 600 armada bus yang akan diperiksa, mulai dari fisik sampai kelengkapan surat-surat kendaraan. Pemeriksaan fisik dilakukan di Terminal Bayuangga. “Tidak hanya pemeriksaan fisik saja yang akan dilakukan, namun juga kelengkapan surat-surat kendaraan. Termasuk kondisi sopir juga diperiksa,” jelasnya.

Surat-surat yang diperiksa antara lain SIM, STNK, dan surat izin trayek. Pemeriksaan terhadap sopir juga dilakukan, seperti pemeriksaan kondisi kesehatan. Jangan sampai sopir saat mengemudikan kendaraan dalam kondisi tidak fit atau justru berada di bawah pengaruh alkohol maupun narkoba.

Loading...

“Jika ada sopir yang kedapatan positif menggunakan narkoba dan tetap memaksa berangkat, sanksinya izin trayek bisa dicabut,” ujarnya. Tidak hanya melakukan pengecekan fisik kendaraan, saat arus mudik nanti Dishub akan menyiapkan 3 titik pos pantau terpadu.

Yakni, di depan Terminal Bayuangga, di depan Alun-alun Kota Probolinggo, serta di simpang tiga Pasar Baru. “Pasar Baru merupakan salah satu titik kemacetan. Jika nanti saat arus mudik terjadi kemacetan, kami akan menyiapkan jalur alternatif agar kendaraan tidak terjebak macet,” jelasnya.

Jalur alternatif yang dimaksud yakni dari Jalan Panglima Sudirman tepat di depan Markas Kodim 0820 akan dibelokkan ke utara atau Jalan Suroyo. Setelah itu, baru dibelokkan ke Jalan Ahmad Yani. Sehingga, arus kendaraan tidak me numpuk di Pasar Baru.

Mantan Kepala Disnaker ini mengungkapkan, kendaraan angkutan barang sudah tidak diizinkan untuk melintas sejak H-5 sampai H+8 Lebaran. Jenis angkutan yang diizinkan untuk tetap me lintas, antara lain kendaraan pe ngangkut sembako, pengangkut BBM, serta kendaraan ekspor impor. (radar)