Browse By

Simpan Buku Setengah Abad Lebih

PROBOLINGGO – Pondok Pesantren (Ponpes) Kyai Sekar Al Amri, Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, merupakan ponpes tertua di Kecamatan Leces. Bahkan, bisa jadi tertua se-Kabupaten Probolinggo.

Hal itu melihat perpustakaan ponpes, dimana sejumlah kitab-kitab kuno yang ditulis perintis ponpes. Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Ponpes Al Amri Kyai Abdullah Zamroni, masih menyimpan kitab-kitab kuno yang telah ditulis oleh pendiri pondok.

“Kalau bangunan asli pondok sudah tidak ada. Saat ini yang masih tersimpan adalah catatan yang dibukukan menjadi kitab. Catatan ini dibuat oleh pendiri pondok generasi kedua, yakni sekitar tahun 1930,” ujarnya. Catatan yang kemudian dibukukan menjadi kitab ini dari berbagai keilmuan. Mulai ketauhidan, tasawuf, fiqih, nahwu-sorof, dan ushluhuddin.

Loading...

“Ini catatan kyai yang berisi berbagai hal tentang agama. Catatan ini ditulis saat beliau masih menjadi santri dulu,” ungkapnya. Kitab-kitab tersebut ditulis dalam huruf arab, di atas kertas yang telah berwarna kekuning-kuningan. Buku itu bersampul kertas tebal yang berwarna cokelat.

Sayangnya, kitab-kitab kuno yang memiliki nilai sejarah ini tidak mendapatkan perawatan khusus. Sedikitnya, 60 kitab yang telah berusia puluhan tahun ini hanya disimpan di salah satu lemari kayu. “Kalau penyimpanannya sementara ini di lemari kayu saja,” ujar Zamroni.

Kepada santri-santrinya, isi dalam catatan ini tetap disampaikan, namun berupa intisari terutama tentang fiqih dan ketauhidan. (radar)

Incoming search terms:

  • ponpes al amri leces