Browse By

Montir Bengkel Rakit Pistol

Gunakan Peluru Tajam, Langsung Diamankan

PANGGUNGREJO – Sofiyan, 34, warga Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, sehari-harinya memang hanya jadi montir motor di pasar barang bekas di Jalan Irian Jaya. Namun, diam-diam ia juga merakit pistol.

Keahliannya membuat pistol rakitan itu pun akhirnya mengantarkannya ke sel tahanan. Tak tanggung-tanggung, senjata api jenis pistol bikinan Sofiyan ini bentuknya mendekati sempurna. Sekilas bentuknya mirip revolver yang biasa menjadi senjata polisi.

Bahkan, pistol rakitan buatan Sofiyan juga bisa dilepas dan dirakit. Garapannya juga mulus. Petugas juga menemukan 11 selongsong peluru tajam. Saat mengamankan Sofiyan di indekosnya, polisi menemukan banyak barang bukti.

Loading...

Di antaranya sepucuk senpi rakitan yang sudah siap pakai; 11 peluru tajam yang masih aktif; 1 set alat hisap sabu-sabu; dan beberapa barang pribadi seperti tas dan handphone. Selain itu, petugas juga mengamankan sepucuk senpi yang  belum jadi; 8 selongsong peluru;  dan peralatan montir lainnya.

Seperti martil; satu sketmat; obeng; pipa besi; bor; kompresor; grenda; las listrik; dan kaca mata hitam dan putih. Alat-alat tersebut ditemukan di bedak bengkel milik Sofiyan yang ada di pasar barang bekas di Karanganyar, Kecamatan Gadingrejo.

Perakitan senpi milik Sofiyan itu berhasil dibongkar polisi setelah mendapat informasi dari warga. “Sebenarnya, pelaku  sudah lama diintai petugas. Namun, baru terbongkar tadi pagi (dini hari kemarin) saat  polisi melakukan operasi camer   (mencari mercon) yang memang kami intensifkan selama Ramadan ini,” beber AKBP Yong Ferrydjon,  kapolres Pasuruan Kota, kemarin.

Sekitar pukul 01.00 dini hari kemarin, polisi melihat keberadaan Sofiyan. Gerak-geriknya kala itu mencurigakan. Benar saja, saat dicegat, Sofiyan hendak kabur. Dan, begitu digeledah, polisi menemukan sepucuk pistol rakitan.

Dini hari itu juga Sofiyan digelandang dan diajak ke tempat  indekosnya di Mandaranrejo. Nah, di tempat indekos itulah polisi menemukan 11 peluru  tajam yang masih aktif. Sofiyan mengakui bahwa senpi itu dibuat di bengkelnya yang ada di  pasar barang bekas.

Di bedak pasar barang bekas  itu juga, polisi kembali  berhasil mengamankan barang bukti lainnya. Salah satunya, sepucuk pistol setengah jadi. Bedanya, pistol di dalam bengkel, belum dilapisi krom. Pagi kemarin, kasus ini langsung dirilis Polres Pasuruan Kota.

Sofiyan beserta barang  bukti dihadirkan. Kepada awak   media, Sofiyan yang lulusan SD dan hanya setahun mengenyam  bangku SMP pun mengaku, diasendirian yang membuat senpirakitan itu. Ia mengaku belajar secara otodidak.

“Saya hanya memodifikasi dari mainan anak-anak. Selebihnya saya lihat di mbah Google,” beber Sofiyan yang kemarin mengenakan balaclava. Sofiyan sendiri mengaku tak pernah menjual pistol rakitannya, kepada siapapun. Menurut   dia, dua pucuk pistol yang kini sudah diamankan polisi, hanya  untuk hiasan.

“Saya tidak pernah menjualnya. Sumpah, Pak,” katanya. Tak cukup hanya merilis di mapolresta di Jalan Gajah Mada. Kemarin sejumlah personel Satreskrim Polres Pasuruan Kota, juga menuju  bedak bengkelnya. Di sana, bedak masih terkunci rapat. Sejumlah barang bukti tambahan, kembali dibawa polisi untuk kepentingan  penyidikan.

Terbongkarnya perakitan senjata api yang dilakukan Sofiyan kemarin, ikut memantik rasa penasaran pedagang di pasar barang bekas. Bedak bengkel milik Sofiyan yang diberi nama ZM Motor pun ramai dikunjungi  warga.

Dari pantauan Jawa Pos Radar  Bromo, bedak itu tak ubahnya bengkel motor lainnya. Menurut  pedagang di sana, spesialis Sofiyan adalah memperbaiki velg dan senter bodi. Garapan Sofiyan pun dikenal cukup apik. “Setahu saya, Sofiyan itu bukan asli Pasuruan. Tetapi, dia lama tinggal di Mandaranrejo,” terang pemilik bengkel yang bedak-nya berdekatan dengan bedak milik Sofiyan.

Saat mengetahui bahwa Sofiyan merakit senjata api, banyak pemilik bengkel yang terkejut. Namun, mereka menilai, bisa saja Sofiyan memiliki keahlian merakit senpi. Apalagi, dia sudah terbiasa mengecor besi. Pekerjaan yang  biasa dilakukan oleh seorang  montir spesialis center body maupun velg seperti Sofiyan.

Yang membuat heran adalah saat Sofiyan menunjukkan peluru dan selongsong. Sebelas di antara yang berhasil diamankan  polisi, adalah peluru tajam. Sepintas peluru itu bentuknya seperti senapan serbu satu (SS1). Peluru  yang biasa digunakan TNI ataupun  Brimob, untuk berlatih. Menurut pengakuan Sofiyan, dia sendiri sudah pernah mengetes   pistol tersebut dengan peluru tajam.

“Sudah pernah 10 kali (mengetes) dan berhasil. Sistem pistol ini kan hanya pelatuk,” beber Sofiyan. Sayangnya, Sofian bungkam saat ditanya darimana dia mendapat peluru tajam. Pun demikian  saat ditanya polisi, Sofiyan memilih  membisu.

“Pengakuannya (Sofiyan) bisa digunakan di senpi rakitannya. Sepuluh kali pula. Entah jika dipakai terus menerus, bisa meledak (membahayakan) atau tidak,” terang salah satu petugas. Sementara itu, atas pengungkapan  ini, polisi masih terus mendalami.  Termasuk mencari keterkaitan Sofiyan dengan pelaku kejahatan, bahkan terorisme.

“Kalau terorisme, saya rasa  masih terlalu jauh. Tapi, tetap akan kami dalami. Termasuk  soal peluru tajam yang berhasil   kami amankan,” imbuh AKP Riyanto, kasatreskrim Polres Pasuruan Kota.  Kemarin Sofiyan sendiri langsung  ditahan. Dia dijerat UU darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan sentapa  api tanpa izin.

“Apapun yang kami temukan dari tempat milik tersangka, kami perdalam lagi. Yang jelas, selama ini tersangka hanya  mengaku, senjata api rakitan ituhanya untuk koleksinya. Kebenarannya juga belum bisa diungkapkan,”   jelas Riyanto.

“Dari pengalaman kerjanya, tersangka ini pernah 10 tahun  berada di Batam, sebelum akhirnya membuka usaha bengkel di sini (Pasuruan),” jelas perwira  polisi dengan tiga setrip di pundaknya tersebut. (radar)

Incoming search terms:

  • pistol rakitan
  • cara membuat peluru rakitan