Browse By

Dua Pelaku Carok di Kebonsari Masih Buron

MAYANGAN – Polisi terus menyelidiki aksi penganiayaan yang menewaskan Abdul Mahrus, Sabtu (10/6) lalu, di gang Semeru Kebonsari Kulon, Kanigaran, Kota Probolinggo. Selain menetapkan H Ali, yang kondisinya masih dirawat di RS karena luka bacok  sebagai tersangka, polisi juga telah mengamankan satu pelaku lainnya.

Satu pelaku lainnya itu adalah Matroyo, 45. Ia diamankan petugas pada Sabtu (12/6) lalu pukul 18.30 WIB di kediamannya Jl. KH Ahmad Dahlan, Kota Probolinggo, Kelurahan Bonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran. Kemarin, Matroyo telah menggunakan  baju tahanan lengkap dengan balaclava saat dipertontonkan ke awak media.

Ia pun  lebih banyak diam saat ditanya sejumlah wartawan. Matroyo pun menyebut kalau ia beraksi sendiri. Meskipun alibinya cukup lemah. Polisi pun tak percaya begitu saja dengan  keterangannya.

 “Saya tahu jika kamu tidak  sendirian. Saya juga tahu kalau H. Ali juga terlibat di dalamnya  (aksi carok). Kami hanya ingin  menanyakan kejujuramu. Kalau  kamu tidak jujur, padahal bukti sudah ada, kamu bisa mendapatkan  hukuman yang tambah  berat,” ujar AKP Trisno Nugroho, kasatreskrim Polres Probolinggo Kota saat pres rilis kemarin.

Menurut perwira polisi dengan  tiga setrip di pundaknya itu, motif aksi penganiyaan yang menewaskan  M Mahrus itu dipicu utang-piutang gadai motor. Dari penyelidikan sementara diketahui, pada April 2016 lalu, korban Abdul Mahrus Sholehah menerima gadai motor Honda  Beat dari Ali seharga Rp 5 juta.

Loading...

Nah, beberapa hari kemudian, motor tersebut diambil oleh leasing karena kredit macet. Selanjutnya, Ali mengganti dengan menyerahkan motor Yamaha Mio Soul kepada korban tanpa STNK. Namun, korban Mahrus keberatan.Ia meminta motor yang layak dan lengkap  dengan STNK.

Beberapa waktu kemudian, Ali datang ke rumah korban dengan membawa motor Honda Beat hitam N-3649-SG. Dari situ,  motor tersebut pun diminta paksa oleh korban Mahrus. Ali dan Matroyo sendiri sudah dua kali datang ke rumah korban untuk meminta motor tersebut.

Namun, korban Mahrus tak kunjung memberikan. Nah, Sabtu (11/6) lalu korban dan Matroyo kembali berkomunikasi lewat telepon. Versi Matroyo, saat komunikasi lewat seluler itu korban sempat memanggilnya dengan  istilah kurang pantas; “moseng”.

Perkataan itu membuat Matroyo naik pitam. Keduanya pun janjian  untuk bertemu di lokasi  kejadian. Nah, di TKP ternyata ada tiga rekan Matroyo. Korban pun akhirnya tewas dibantai. Korban Mahrus mengalami luka bacok di sekujur tubuhnya.

Total ada 21 luka bacok. Sementara,  H Ali yang saat itu juga ada di lokasi sampai kemarin masih mendapatkan perawatan tim  dokter. Ia juga mengalami sejumlah  luka bacok. Selain mengamankan dua pelaku, polisi juga mengamankan  sejumlah barang bukti (BB).

Di antaranya, beberapa sandal jepit, HP Samsung warna hitam, 1 buah pedang beserta sarungnya, dan 1 unit motor Honda Beat N-3649-SG. (radar)

Incoming search terms:

  • carok
  • carok probolinggo 2016