Browse By

Digendam, Uang Rp 40 Juta Raib

GENDING – Menjelang lebaran, tindak kriminal dengan berbagai modus bermunculan. Kemarin (11/6), Lilis Dwi Erwati, 49, warga Jalan Pandan, Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, menjadi korban gendam di tepi   Jalan Raya Bentar, Gending. Akibatnya,  uang tunai Rp 40 juta miliknya raib.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.45. Saat itu, korban tengah berteduh di bawah pohon, di tepi Jalan Raya Bentar. Tiba-tiba, dia dihampiri lelaki tidak dikenal yang turun dari mobil Avanza warna silver. Pada korban, lelaki tersebut menanyakan alamat sebuah desa.

Namun, sebelumnya, dia mengibaskan surbannya ke kepala korban. Kemudian, menjabat tangan korban. Setelah itu, korban mengaku tidak sadar. Dia ikut saja saat lelaki itu mengajaknya masuk mobil  avanza. Nah, di dalam mobil itu, harta milik korban dikuras.  

Setelah itu, korban diturunkan  dari mobil. Tidak lama kemudian, korban jatuh pingsan. Korban yang pingsan ditemukan Salihudin, 45, warga Desa Pendil, Kecamatan Banyuanyar. Salihudin yang mengendarai sepeda motor tengah melintas  di jalan raya tersebut.

Saat itu, dia melihat korban turun dari mobil Avanza. Anehnya,  saat mobil avanza pergi, korban langsung pingsan. Melihat korban pingsan, Salihudin langsung berhenti. Dia menghampiri korban dan meminta warga sekitar untuk menolong  korban.

”Kebetulan saya dari SPBU Curahsawo  dan hendak ke bengkel  teman di dekat pantai Bentar itu, tapi tutup. Waktu mau ke SPBU,  dari arah barat, saya sempat melihat  korban itu duduk di tepi jalan itu. Tapi, saat itu belum ada mobil  avanza,” katanya kepada Jawa Pos  Radar Bromo, kemarin.

Korban sendiri lantas dibawa ke Puskesmas Gending menggunakan mobil patroli Polsek Sumber yang tengan melintas. Nah, saat tiba di Puskesmas, korban mengigau uangnya Rp 40 juta raib digendam. ”Saya tidak tahu uang Rp 40 juta itu uang apa. Tapi, uang itu sudah  tidak ada,” ujarnya.

Loading...

Begitu sadar, korban bercerita, dirinya membawa uang Rp 40  juta dari rumahnya. Uang itu merupakan tabungan dan hasil menjual perhiasan, beberapa hari sebelumnya. Rencananya, uang itu akan ditransfer. Sebelum mentransfer uang  tersebut, korban pergi ke rumah  temannya di Semampir, Kraksaan  dengan naik MPU.

Pada  temannya itu, korban hendak mengoper kiosnya yang ada di Asabri, Kelurahan Kanigaran, Kota Probolinggo. Kebetulan, temannya sempat menawar kios miliknya Rp 15 juta. Sayangya, temannya itu ternyata  tidak ada di rumah.

Korban pun kembali. Di tengah perjalanan, korban mendapat kabar bahwa temannya akan kembali ke Semampir, pukul 12.00,  dari Probolinggo. Daripada kembali ke Semampir,  korban memutuskan janjian dengan temannya di Jalan Raya  Bentar.

Karena itu, korban pun berhenti dan berteduh di sebuah pohon di tempat itu. Sampai kemudian, dia digendam oleh  seorang lelaki tak dikenal. ”Uang saya Rp 40 juta hilang.  Terus dompet saya isinya Rp 450 ribu juga hilang,” katanya sambil mengeluh pusing.

Korban sendiri sebenarnya mengaku curiga saat seorang lelaki mendekatinya. Lelaki itu menanyakan alamat sebuah  desa dan menjabat tangannya. Setelah itu, korban mengaku tidak sadar. ”Saya tidak kenal dengan orang  yang turun dari mobil itu. saya tidak ingat setelah disuruh masuk mobil,” lanjutnya.

Kanit Reskrim Polsek Gending Aiptu Samsul Arifin saat ditemui di Puskesmas Gending mengatakan, dirinya masih menyelidiki  kasus dugaan gendam tersebut. Mengingat, korban masih sakit dan belum dapat dimintai  keterangan. Terkait uang Rp 40  juta yang raib, Kanitreskrim mengaku akan mencari tahu kebenarannya.

”Kami nanti akan minta keterangan pada keluarga korban juga. Apa benar korban membawa uang  Rp 40 juta sendirian naik angkutan umum,” katanya. (radar)

Incoming search terms:

  • bokepbarat di bawah umur