Browse By

Bejat, Kekasih Sendiri Digilir Bareng Teman

BANGIL – Kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur terus terjadi di wilayah Pasuruan-Probolinggo. Yang terbaru, Mf, 28 menggagahi kekasihnya sendiri sebut saja Bunga (nama samaran) yang masih 14 tahun. Ironisnya, usai puas menggagahi kekasihnya, Mf juga mengajak temannya, Rj, untuk ikut “mengerjai” Bunga.

Gara-gara perbuatannya  itu, Mf dan Rj kini harus meringkuk di balik  jeruji penjara. Mereka dijebloskan ke penjara, setelah pihak keluarga memergoki ulah keduanya. Aksi nakal yang dilakukan Mf itu sendiri berlangsung Sabtu   (21/5).

Bermula saat ia memeroleh pesan pendek dari Bunga, remaja asal Prigen yang masih kekasihnya.  Bunga yang merasa jenuh di rumah, minta diajak pelaku untuk jalan-jalan. Permintaan sang kekasih itu pun dituruti Mf.

Keduanya lantas janjian di sebuah persimpangan yang ada di Sukoreno, Kecamatan Prigen.  Mf mengajak serta Rj yang tak lain sohib kentalnya, untuk menjemput korban. Korban sendiri, diantar kakaknya ke sebuah persimpangan yang ada di Sukoreno tersebut.

Loading...

Di situlah, kemudian korban meminta  kakaknya untuk pulang. Namun, sang kakak yang merasa khawatir, memilih menguntit dari belakang. Sampai pukul 18.30 kemudian, Mf dan Rj datang untuk menjemput korban di   tempat janjian. Mereka pun berboncengan tiga mengendarai motor yang  dibawa korban.

“Niat korban, diajak jalan-jalan. Tapi, kedua  pelaku malah mengajaknya ke  sebuah vila yang ada di Prigen. Nah, saat itu mereka tak sadar kalau kakak korban menguntit dari belakang,” ungkap KBO Satreskrim Polres Pasuruan Iptu   Yudi Prasetyo saat mendampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan  AKP Khoirul Hidayat.

Korban sendiri mau saja diajak ke vila karena termakan rayuan Mf. Rayuan Mf benar-benar ampuh. Bahkan, korban pun mau ketika  diajak oleh pelaku untuk berhubungan layaknya suami-istri.  Begitu puas menyetubuhi korban,  Mf keluar dan memanggil rekannya, Rj. Rj kemudian diminta  masuk kamar. Mf pun  mempersilakan Rj untuk beraksi.

“Untuk Rj, ia tidak sampai menyebutuhi korban. Dalam pengakuannya, ia hanya memegang megang korban,” jelas Yudi. Ketika asyik dengan aktivitasnya itu, suara dobrakan pintu dari luar muncul. Begitu dilihat,  ternyata kakak dan paman korban  serta sejumlah orang berdatangan. Saat itulah, Rj menjadi sasaran  amukan. Tak terima Bunga “dipermainkan”,  keluarga korban pun  langsung menyeret kedua pelaku  ke kantor polisi.

“Mereka ditangkap anggota Polsek Prigen dan kemudian diserahkan ke PPA Polres Pasuruan,” sambung dia. Dalam pengakuannya, Mf berujar  sudah dua kali melakukan hubungan   badan kepada Bunga yang tak lagi bersekolah.

Kali pertama,  berlangsung pada Maret 2016.  Ia berdalih, kalau berniat menikahi Bunga, makanya mau menyetubuhinya. “Saya berniat untuk menikahinya,” timpal dia. Pihaknya tak mengelak kalau sempat menawarkan Bunga yang  tamatan SD itu, untuk digagahi  rekannya.

“Dia (Rj) teman baik saya,” dalihnya. Sementara itu, Rj mengaku tak sempat menyetubuhi Bunga. Ia mengaku memang tidak berniat menyetubuhinya. “Kemaluan saya sedang sakit. Jadi, sejak awal saya memang tidak berniat menyetubuhinya. Makanya,  saya hanya pegang-pegang  saja,” akunya kepada Jawa Pos  Radar Bromo.

Kini, karena perbuatannya itu, keduanya dijerat pasal 81 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Mereka terancam   ukuman lima tahun  penjara. (radar)

Incoming search terms:

  • berita seputar pasuruan
  • info kriminal pasuruan