Browse By

Jadi Calo Penerimaan Polri, Anggota Terancam Dipecat

BANGIL – Polres Pasuruan mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan iming-iming lolos dengan syarat menyerahkan sejumlah uang untuk pendaftaran anggota Polri. Pasalnya, pendaftaran anggota rentan terjadinya pungutan liar maupun pencaloan.

Hal ini diungkapkan Kasubag Pers Polres Pasuruan AKP Mujiati di sela-sela penerimaan pendaftaran calon anggota Polri di Mapolres Pasuruan, kemarin (29/4). Mujiati menyampaikan, perekrutan anggota Polri bisa
jadi memunculkan oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan.

“Kami menegaskan, pendaftaran anggota Polri tidak ada pungutan apapun. Artinya, gratis. Karena itu, kalau ada yang menawarkan atau memberi janji-janji tersebut, segera laporkan,” tegasnya. Pihaknya menegaskan, lulusnya pendaftar sesuai dengan persyaratan yang diminta.

Untuk tingkat Kabupaten Pasuruan, persyaratan yang harus dipenuhi adalah administratif. Tak hanya kelengkapan pendaftaran, seperti ijazah, KTP, KK, ataupun syarat administrasi lainnya. Tetapi, juga tinggi badan dan berat badan yang ideal.

Loading...

“Kalau tidak memenuhi tersebut, maka akan gugur. Dan, tidak bisa melanjutkan ke seleksi berikutnya, di Polda Jatim,” beber dia. Menurut Mujiati, selain tak ada biaya, sanksi berat bisa diberikan kalau pencaloan dilakukan anggota. Ancaman pemecatan bisa diberikan, jika ada oknum anggota Polri yang memanfaatkan peluang untuk mengeruk keuntungan dengan menjadi calo ataupun joki.

“Sanksi bagi anggota berat. Bisa pemecatan. Kalau pun masyarakat umum, jelas ranah pidana karena hal itu penipuan,” urainya. Tahun ini, Polri membuka sejumlah formasi untuk pendaftaran anggota yang baru. Mulai dari Tamtama, Bintara, Bintara Penyidik Pembantu, dan Akpol.

Pendaftaran anggota itu sendiri dilakukan sejak 7 April dan berakhir 1 Mei 2016. Sampai saat ini, sudah ada 226 pendaftar yang terverifikasi. “Kalau dari online banyak. Tapi, yang verifikasi hingga kemarin (Kamis, Red) sudah 200 lebih,” sambung dia. (radar)

Incoming search terms:

  • kriminal pasuruan