Browse By

Tersangka Kabur, Polisi Amankan 95.200 Obat Keras

Disimpan di Kandang Ayam, Pemilik Berhasil Kabur

NGULING – Kabupaten Pasuruan sudah saatnya menekan alarm darurat narkoba. Betapa tidak, peredaran narkoba di wilayah  setempat kian masif.  Wilayah peredarannya juga tak  hanya di perkotaan, tetapi juga sampai di kawasan pedesaan  dan pesisir.

Kemarin, Polsek Nguling berhasil mengamankan sekitar 90 ribu obat keras yang di larang beredar bebas. Jika dirupiahkan, obat keras itu nilainya mencapai ratusan juta. Puluhan obat keras yang berhasil diamankan dari rumah salah  satu pelakunya itu, bahkan sudah siap edar.

Sebagian sudah dikemas dalam pekat hemat. Sayang, meski polisi berhasil menemukan barang bukti, pemiliknya berhasil  kabur lebih dahulu. Adapun puluhan ribu obat keras itu jenisnya yakni pil Dextro sebanyak  53.900 dan pil Trihexyphenidyl  sebanyak 41.300.

Kedua obat keras yang seharusnya dijual  dengan izin khusus itu, diamankan  dari rumah MM, warga Desa Penunggul. MM sendiri kini sudah ditetapkan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Sebelum menemukan pil itu di rumah MM, polisi sejatinya  sudah menerima informasi.

“Dari hasil pengembangan, kami mengantongi nama MM. Nama itu kami dapatkan dari seseorang pengedar yang sebelumnya sudah kami tangkap lebih dahulu,” terang AKP Jaenuri, kapolsek Nguling. Hanya saja, polisi memerlukan waktu untuk menangkap MM karena harus ada barang bukti.

Sampai kemudian, polisi mendapat informasi bahwa MM baru saja mendapat kiriman barang dari Surabaya. “Kiriman itu dikirim  lewat ekspedisi dan diperkirakan tiba Selasa (19/4) malam,” tutur Ipda M Saadi, wakapolsek Nguling.

Loading...

Begitu kiriman tiba, MM rupanya sudah siap mengemasi untuk dipecah menjadi paket  kecil-kecil. Namun, aktivitas itu tidak diketahui istrinya. “Beberapa pil disembunyikan di kandang ayam. Ada pula di boks  yang ditaruh di bawah kasur  tidur,” beber Wakapolsek.

Begitu memastikan MM mendapat kiriman, pagi kemarin (20/4) polisi bergerak. Dugaan polisi benar adanya. Sebab, saat menggeledah  rumah MM, puluhan  ribu pil itu ditemukan. “Tetapi  waktu kami datang, MM sudah tidak ada. Sepertinya dia tahu kalau polisi datang. Sebab, usai kami menggeledah dan menemukan  pil-pil tersebut, dia (MM)  tak kunjung pulang,” imbuh Kanitreskrim  Polsek Nguling Bripka Adji Anggoro.

Melihat barang bukti yang berhasil  ditemukan, MM diduga  adalah seorang pengedar kelas kakap. Betapa tidak, dia sudah menyiapkan bungkus plastik  untuk mengecer. “Ada yang dikemas dalam peketan kecil dan ada pula ukuran sedang. Ini sudah  pengedar kelas kakap,” beber Adji lagi.

Setelah menemukan barang bukti tersebut, polisi membawanya ke mapolsek. Polisi juga meminta keterangan kerabat MM,  termasuk istrinya. “Untuk sementara,  istrinya tak mengaku bahkan  mengaku tak tahu dengan pil-pil  tersebut,” terang Adji.

Kini, MM masih dalam pengejaran  polisi. Kasus ini pun tetap dikembangkan karena polisi menduga,  MM punya jaringan lain. “Bisa jadi pula peredaran DPO kami tersebut (MM) ke pelajar-pelajar  maupun anak jalanan.  Bisa jadi pula ke nelayan-nelayan,” jelas Kapolsek Nguling AKP Jaenuri. (radar)

Incoming search terms:

  • vonis oknum guru cabuli siswi Mts karangpranti