Browse By

Rafting, Tewas Tenggelam

Korban Karyawan Perusahaan Farmasi

TIRIS – Destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo kembali memakan korban. Kali ini menimpa Siti Kotimah, 27, asal Desa Megale, Kecamatan Kedung  adem, Kabupaten Bojonegoro. Dia tewas tenggelam saat mengikuti rafting  di Noars, Jumat (8/04), pukul 14.30.

Korban adalah karyawan perusahaan Ferron Farmasi Surabaya. Saat itu, korban bersama rombongan kantornya, mengikuti kegiatan rafting di Noars. Yaitu, sebuah operator rafting yang berkantor di Kecamatan Gading,  Kabupaten Probolinggo.

Rafting sendiri dilakukan di sungai Pekalen dengan panjang jalur 12 kilometer. Pukul 13.30, rombongan memulai  rafting di aliran sungai  Pekalen dengan garis start di  Desa Ranu Gedang, Kecamatan Tiris. Sementara finis di Desa Pesawahan, juga Kecamatan  Tiris.

Loading...

Naas. Kurang lebih 20 meter  menjelang finish, perahu karet yang ditumpangi korban Kotimah terbalik. Diduga, perahu menabrak tebing. Kapolsek Tiris AKP Wijaya saat  dikonfirmasi mengatakan, meninggalnya korban berawal saat perahu karet yang ditumpanginya  terbalik.

“Diduga, saat sudah hampir finish, perahu yang ditumpangi korban menabrak tebing dan akhirnya terbalik. Memang arus  sungai menjelang finish itu deras  dan paling membahayakan,” katanya. Begitu perahu karet terbalik, enam penumpang dan dua guide langsung tercebur ke sungai. Termasuk korban.

Semua  penumpang langsung bisa menyelamatkan diri. Kemudian, naik ke daratan. Hanya korban yang tidak bisa  menyelamatkan diri. Diduga  tidak bisa berenang, korban terseret arus sungai hingga sejauh  100 meter. Korban lantas tersangkut  di batu sungai.

Sementara itu, dua guide atau kru Noars, yaitu Herman dan Safri, langsung mengetahui seorang penumpangnya terseret arus. Saat itu juga, keduanya mengejar dan berusaha menyelamatkan korban. Namun, arus sungai yang deras sempat menyulitkan keduanya  mengejar korban.

Korban  baru berhasil diselamatkan saat tersangkut di batu sungai. Saat  itu, kondisi korban sudah kritis. Korban pun langsung diangkat dan dilarikan ke Puskesmas  Ranugedang, Tiris.  ”Korban sempat dibawa ke Puskesmas Ranugedang. Sebab, saat diangkat, korban masih  bernafas. Tetapi, sampai di Puskesmas ternyata korban meninggal  dunia. Kemudian, malam  hari korban dibawa ke kamar  mayat RSUD Moh. Saleh Kota Probolinggo,” terang Kapolsek.

Keluarga korban pun datang   ke RSUD. Namun, keluarga menolak otopsi pada korban. Karena itu, korban hanya divisum luar. Mereka juga membuat surat   pernyataan tidak menuntut. Sebab, kejadian yang menimpa  korban sebuah musibah.

”Korban ini diduga tidak bisa berenang. Jadi, kami imbau bagi pengunjung yang tidak  bisa berenang untuk tidak  mengikuti rafting atau lebih berhati-hati saat mengikuti  rafting,” terangnya.  Sementara itu, Manajer Operasional  Noars Rafting, Frans belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi berkali-kali via telepon, nomor hapenya tidak aktif.

Namun, menurut keterangan Kapolsek, Frans sempat memberikan keterangan saat ditemui  di RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo. Frans menyebut, kejadian ini murni kecelakaan. Sebab, saat rafting dilakukan, cuaca cukup cerah dan arus sungai cukup bagus.

Tapi saat hampir sampai finish, tiba-tiba perahu karet yang ditumpangi korban terbentur tebing dan terbalik. Korban lantas terpental dan jatuh ke sungai. Karena tidak bisa berenang, korban pun terseret arus. (radar)

Incoming search terms:

  • asal usul kedungadem
  • Bokep sd 3gp
  • berita kedungadem bojonegoro
  • kedungadem
  • kedungadem bojonegoro
  • asal usul desa kedungadem
  • meninggal saat rafting