Browse By

Dalami Kasus Pencabulan, Polisi Panggil Kepala MTs

Perdalam Kasus Pencabulan oleh Oknum Guru

PAJARAKAN – Kasus pencabulan yang diduga dilakukan seorang oknum guru sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan,  Kabupaten Probolinggo, masih terus diselidiki.

Kemarin (16/3), Unit PPA Polres Probolinggo telah meminta keterangan dari Kepala MTs setempat, AQ. Kanit PPA Polres Probolinggo Ipda Listo Utomo mengatakan, pemanggilan itu bertujuan mengorek informasi lebih detail  tentang dugaan pencabulan itu.

“Sampai  saat ini, kami masih mencari bukti-bukti  dan keterangan dari para korban dan saksi.  Setelah itu, melakukan gelar perkara dan memanggil terlapor,” ujarnya. Menurut Listo, kepada pihaknya, AQ mengakui kalau keenam siswinya itu tidak  mau masuk ketika pelajaran Aswaja. Di  samping itu, AQ juga mengaku pernah dilapori  sejumlah siswinya soal adanya pencabulan  itu.

“Dia (AQ) mengaku juga pernah dilapori siswinya. Selain enam siswi itu, ada juga  siswi lainnya. Katanya, dua orang. Tapi,  mereka belum melapor ke polres,” ujarnya. Selain kepala MTs, penyidik juga kembali memanggil enam korban yang mengaku dilecehkan terlapor, yang berinisial NR.

Keenam korban itu, sama-sama siswi di  MTs setempat, masing-masing berinisial LN, 13; ZBK, 14; dan AH, 14. Ketiganya, merupakan siswi kelas VII. Lalu, ada yang berinisial SS, 15; AD, 15; dan FH, 16, yang  kini duduk di kelas IX.

Loading...

Sedangkan, terlapor NR merupakan seorang guru yang mengajar mata pelajaran Aswaja di madrasah setempat. Kasus ini terungkap setelah salah satu korban FH menceritakan pelecehan itu kepada orang tuanya. Keberanian FH, diikuti lima temannya yang lain. Sehingga, mereka kompak  melapor ke Unit PPA Polres Probolinggo,  Senin (14/3) lalu.

Listo menambahkan, jika NR terbukti melakukan pelecehan seksual seperti yang dituduhkan enam muridnya, NR bisa terjerat  hukuman belasan tahun. Itu, sebagaimana  diatur dalam pasal 76 E dan 82 UU Nomor  35/2014 tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukumannya bisa mencapai 15 tahun  pen jara dan denda Rp 5 miliar,” ujarnya. Terpisah, AQ mengaku kalau kemarin dipanggil penyidik. Ia mengaku dimintai keterangan tentang identitas terlapor dan para pelapor.

“Hanya dimintai keterangan, kalau terlapor benar guru di madrasah saya. Begitu juga dengan para pelapor,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo, tadi  malam. AQ mengatakan, sebelum kasus ini mencuat, pihaknya sudah berusaha menyelesaikan  secara kekeluargaan.

Caranya, mengundang para wali murid dari pelapor. Tapi karena sibuk, para wali murid itu tidak hadir. Dan, Senin (14/3) lalu, melaporkan kepada polisi. Di singgung soal adanya siswi lain yang jadi korban selain pelapor, AQ mengaku, tak bisa memastikan.

“Saya hanya bilang, semua itu anak-anak yang tahu,” ujarnya. (radar)

Incoming search terms:

  • download bokep anak smp 3gp
  • Video bokep anak smp 3gp
  • mts desa karangpranti