Browse By

Tewas Dihabisi Tetangga Sendiri

Lagi, Isu Santet Membawa Korban

PAKUNIRAN – Isu santet masih jadi hal sensitif di Kabupaten Probolinggo. Diduga berlatar belakang isu santet, aksi pembunuhan terjadi di Dusun  Klembun Timur  RT 1/ RW 1, Desa Ranon, Kecamatan Pakuniran, Sabtu (27/2) malam.

Yang jadi korbannya  adalah Sukari, 57. Ia tewas dengan kondisi tubuh penuh luka bacok usai dihabisi tetangganya berinisial SH di rumahnya sendiri. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, kejadian nahas itu berlangsung sekitar pukul 19.00.

Saat itu, SH mendatangi rumah korban dengan masuk dari pintu depan. Saat itu, sejumlah saksi mata menyebut SH sudah membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit. Tanpa bertanya, SH pun langsung menyabetkan celuritnya ke arah korban Sukari.

Loading...

Karena bacokan itu, korban Sukari pun menjerit untuk minta tolong. Nah, saat itu Ali, anak tiri korban yang tengah salat Isya di musala depan rumah korban mendengar teriakan ayah tirinya itu. Kebetulan, rumah korban dan rumah terduga pelaku SH, berdekatan hanya berselisih beberapa rumah.

”Kejadian pembunuhan itu  terjadi di dalam rumah korban. Diduga, pelaku sudah membawa celurit saat masuk ke dalam rumah korban,” kata Kapolsek Pakuniran AKP Agus. Perwira dengan tiga setrip di pundaknya itu menjelaskan, SH jadi satu-satunya terduga pembunuhan tersebut.

Sebab, setelah pembunuhan itu, sejumlah saksi mendapati SH membawa celurit di tangan kanannya keluar dari  rumah korban Sukari. Bahkan, SH sempat mengancam sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Selanjutnya, terduga  SH pun melarikan diri lewat pintu depan rumah  korban.

”Waktu pelaku melarikan diri, korban masih dalam kondisi hidup. Namun, saat hendak ditolong dan dibawa ke puskesmas,  korban sudah meninggal di lokasi,”  imbuh AKP Agus. Tak berselang lama, petugas kepolisian dari Polsek Pakuniran dan tim identifikasi Polres Probolinggo mendatangi lokasi kejadian.

Saat itu, diketahui kondisi korban mengalami sejumlah luka bacokan di sejumlah tubuhnya. Di antaranya di kepala bagian atas, luka bacok bahu sebelah kanan, dan luka bacok di leher belakang sebelah kiri. ”Sampai saat ini, pelaku masih belum tertangkap. Kami masih dalam upaya pengejaran terhadap  pelaku,” terang Kapolsek.

Dari penyelidikan sementara, pembunuhan tersebut diduga bermotif dendam yang dilatarbelakangi isu santet. Sekitar setengah jam sebelum pembunuhan itu, SM yang merupakan  istri SH meninggal.  SH lantas menduga kematian istrinya yang meninggal usai kondisinya drop setelah melahirkan, mengait-ngaitkan kematian istrinya itu dengan santet yang dimiliki korban.

Istri SH  sendiri sudah sakit sejak dua bulan lalu usai melahirkan. “Sementara dugaannya itu. Untuk lebih detailnya, kami masih  dalami. Sebab, pelakunya masih belum tertangkap,” ujar Kapolsek. Isu santet di Kabupaten Probolinggo   sendiri masih sensitif.

Dari  catatan Jawa Pos Radar Bromo, dalam kurun empat bulan terakhir ini terjadi sejumlah kasus menonjol yang dipicu isu santet. Sebagian besar kasus tersebut masih  belum terungkap. (radar)

Incoming search terms:

  • dusun klembun desa ranon kec pakuniran