Browse By

Berupaya Kabur, Spesialis Curanmor Didor

KRAKSAAN – Petualangan Abdullah, 28, melakukan perampasan dan pencurian motor di empat lokasi Kabupaten Probolinggo, berakhir ndelosor. Itu, setelah pria yang sudah lama jadi buron Polres Probolinggo itu didor polisi saat berupaya ditangkap. Rabu (27/1) lalu, pria asal Desa Matekan, Kecamatan Besuk, itu dibekuk di rumahnya.

Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Mobri Cardo Panjaitan mengatakan, petugas menggerebek rumah Abdullah sekitar  pukul 02.00. Saat didatangi petugas itu, Abdullah langsung berniat kabur lewat jendela rumahnya. Mendapati buruannya mau lari, polisi pun langsung mengeluarkan tembakan. Timah panas pun bersarang di kaki sebelah kanan pelaku.

“Kaki tersangka kami tembak karena berusaha melarikan diri. Kami sudah berikan tembakan peringatan, tapi tersangka tetap berusaha kabur,” kata Mobri saat mendampingi Kapolres  Probolinggo AKBP Iwan  Setyawan, kemarin.

Dari data yang dimiliki petugas, Abdullah diketahui merupakan pelaku spesialis curas (pencurian  dengan kekerasan) dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor). Modusnya, Abdullah bisa melakukan perampasan motor di jalanan, sampai menodongkan  senjata tajam pada korbannya  yang tengah berhenti.

Seperti  mendatangi korban yang tengah berpacaran. Dengan menggunakan celurit, Abdullah mengancam korban. Ia lantas meminta kunci sepeda  motor korban. Setelah itu,  Abdullah yang datang bersama  pelaku lain langsung kabur.

Loading...

”Barang bukti yang kami amankan sepeda motor Yamaha Vega R, celurit, dan pisau,” terangnya. Ihwal penangkapan Abdullah itu berdasarkan LP/73/XII/2015/ Sek Kraksaan. Saat itu, Saifuddin, 24, warga Desa Sindetlami, Kecamatan Besuk, melaporkan jadi korban begal saat berada di depan kantor Samsat Kraksaan.

Motornya kala itu dirampas oleh dua pelaku. Di antaranya tersangka Abdullah. Dari situ, petugas pun lantas melakukan pengembangan. Hingga akhirnya merujuk ke tersangkat Abdullah. Usai ditangkap, ternyata diketahui  Abdullah tak hanya sekali  beraksi. Ia juga tercatat pernah beraksi di tiga lokasi berbeda.

Satu aksinya merupakan  begal di Jalan Raya Kebonagung, Kraksaan. Dua aksi lainnya yakni perampasan. Ia mendatangi muda-mudi yang tengah berpacaran di Sumberlele Park Kraksaan dan Stadion Kraksaan untuk merampas  motornya.

”Pelaku ada dua orang. Satu pelaku masih buron. Tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP ancaman hukuman maksimal selama  9 tahun penjara,” tegasnya. Tersangka Abdullah mengaku, sudah sekitar 5 bulan lamanya beraksi melakukan perampasan sepeda motor tersebut.

Biasanya, sepeda motor itu dijual dengan harga Rp 1,5 juta. Tergantung sepeda  motor yang dicuri. ”Saya jual  Rp 1,5 juta, ke teman yang butuh,”  ujar pria yang berprofesi sebagai buruh tani ini. (radar)