Browse By

Mbah Ratu Ayu, Ibu Ulama Terkemuka

MAKAM ini sudah puluhan tahun menjadi salah satu tempat wisata religi yang jadi jujugan para peziarah. Terutama yang melakukan ziarah wali limo (lima) atau wali songo. Komplek makam ini, di perkirakan sudah berusia ratusan tahun.

Namun, sebelumnya memang tak ada bedanya dengan komplek makam yang lain. Hingga suatu saat, ada seorang kyai dari daerah Lawang, Malang yang bernama Kyai Ba’bud mengunjungi komplek ini dan menemukan makam Syariah Khodijah.

Kyai tersebut percaya makam ini bukan makam dari orang biasa. Maka, kemudian dibangun sebuah kijing (bangunan makam). Dalam perkembangannya, kemudian dibangun sebuah gedung untuk menandai komplek tersebut.

Mbah Ratu Ayu yang memiliki nama asli Syarifah Khadijah merupakan putri dari Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Cerita dimakamkannya Mbah Ratu Ayu di Bangil ini bermula ketika suatu  saat, putri Sunan Gunung Jati ini sedang melakukan perjalanan untuk mengunjungi ke dua putranya yang sedang belajar agama  di pondok pesantren milik Mbah Soleh Semendi, di Daerah Winongan.

Loading...

Mbah Ratu Ayupun berangkat mengunjungi ke dua putranya yaitu Sayid Arif Basyaiban, Segoropuro dan Sayid Sulaiman Mojoagung  yang belajar di pesantren di Winongan. Namun sepulang menjenguk ke dua putranya  tersebut, Mbah Ratu Ibu mendadak sakit saat di daerah Bangil dan akhirnya meninggal.

Setelah meninggal Syarifah Khadijah dimakamkan di pemakaman di daerah yang  sekarang disebut dengan Wetan Alun. Karena memang letaknya di Wetan (Bahasa Jawa yang  artinya Timur) dari alun-alun Bangil. Mbah Ratu Ayu termasuk sosok yang  sangat berjasa bagi pengembangan Islam di Kabupaten Pasuruan.

Beliau  merupakan cikal bakal bagi ulama-ulama besar di  daerah Pasuruan. Melahirkan penerus berupa ulama besar di Pasuruan tidaklah muncul dengan sendirinya. Selain karena silsilah beliau dari salah seorang Wali Songo, suami Mbah Ratu Ayu juga orang yang sangat terhormat.

Beliau adalah Alhabib Abdullah Bin Alhabib Abdul Rahman Basyaiban.  Maka tak heran, setelah wafat pun, kebesaran karomah almarhum pun masih terus diburu oleh para peziarah. Sehingga setiap hari banyak peziarah yang berdoa dan berziarah ke Makam Mbah Rayu Ayu  tersebut.

Dalam kompleks yang sama,  juga ada makam Alhabib Abdullah Bin Alhabib Abdul Rahman Basyaiban. Juga Makam Syarifah Alhababah Khadijah Binti Syarif Hidayatullah, yang merupakan pembantu Mbah Ratu Ayu. (radar)

Incoming search terms:

  • ratu ayu
  • mbah ratu ayu
  • Mbah ratu
  • siapa mbah ratu ayu pasuruan