Browse By

Remaja Hanyut Ditemukan di Pulau Gili

Keluarga Pastikan Korban Sutihat

PROBOLINGGO – Setelah tiga hari dicari, Sutihat, 18, remaja yang hanyut di Kali Cengkrong, Kecamatan Pasrepan,  Kabupaten Pasuruan akhirnya  ditemukan, kemarin (23/1). Remaja  itu ditemukan tewas di pantai Pulau  Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih,  Kabupaten Probolinggo.

Korban-Sutihat-saat-diotopsi-di-Kamar-Mayat-RSUD-dr.-Moh.-Saleh-Kota-Probolinggo,-kemarin.

Korban yang hanyut sejak Selasa (19/1) itu ditemukan diantara tumpukan sampah kayu sekitar pukul 09.00 di pantai Pulau Gili Ketapang.  “Korban ditemukan warga yang  mencari kayu yang terbawa banjir  di pantai,” terang Kades Gili Ketapang  Suparyono.

Tahu ada mayat, warga tersebut  melapor ke pemerintah desa setempat. Kemudian, pemerintah desa meneruskan ke Polsek Sumberasih  dan Satuan Polisi Perairan Probolinggo. Petugas pun datang ke lokasi kejadian. Lalu sekitar pukul 11.00, mayat dibawa ke Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo dengan Kapal Sat Polair  setempat.

Loading...

Dari pelabuhan, mayat dibawa ke Kamar Mayat RSUD dr Moh Saleh, dengan mobil Polsek Sumberasih. “Baju yang dikenakan (mayat, Red) sudah koyak. Badannya juga sudah bengkak,” kata Kapolsek Sumberasih  AKP Wahyudi saat ditemui di kamar  mayat, kemarin.

Polisi sendiri langsung menduga, mayat perempuan berusia belasan tahun itu adalah mayat remaja yang hanyut di Kali Cengkrong, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan pada Rabu (20/1). Meski  demikian, petugas tak segera memastikan bahwa mayat yang ditemukan adalah Sutihat.

“Polisi dan keluarga sana (di  Desa Cengkrong, Red) sedang  ke sini untuk memastikan,” kata Kapolsek. Dari pantauan Jawa Pos Radar  Bromo, keluarga baru datang ke  kamar mayat sekitar pukul 15.00 bersama kades Cengkrong dan polisi dari Polsek Pasrepan.

Di  kamar mayat, ibu korban Khosiah langsung mengenali anaknya. Dia meratap di kamar mayat setelah melihat anak bungsunya yang tak lulus SD itu tak lagi bernyawa. “Dia dulu sekolah SD,  tapi tidak sampai lulus. Pikirannya lambat,” kata Khosiah didampingi  Kades Cengkrong.

Saat kejadian menurut Khosiah, putrinya baru selesai mandi. Tapi  ketika akan meninggalkan sungai,  ia terpeleset dan sandalnya jatuh ke sungai. Karena eman, korban  kembali  turun untuk mengambil sandal. Namun apes. Di saat bersamaan, arus deras datang dan menyeret Sutihat.

“Sempat ada warga yang  menolong, tapi terlepas. Mau ditolong  lagi, sudah tidak berani karena arus deras,” katanya. (radar)

Incoming search terms:

  • ular di bajangan