Browse By

Mbah Segoropuro, Tokoh Syiar Keturunan Sunan Gunungjati

MAKAM-makam tersebut bahkan masih erat berkaitan lantaran masih ada hubungan dengan saudara. Makam tokoh-tokoh itu dikenal lantaran tak sedikit yang menjadi pejuang, kala Indonesia masih berada di bawah zaman  penjajahan.

Masjid-Segoropuro-berdiri-megah-di-sekitaran-kompleks-makam-Segoropuro,-Rejoso,-Pasuruan.

Nama mereka melegenda lantaran saat berjuang,  syiar Islam juga dilakukan. Sayid Arif Segoropuro adalah salah satunya. Nama aslinya adalah Sayid Abdurrahim. Putra dari Sayid Abdurrahman dan Syarifah Khadijah.

Keduanya adalah orang terpandang. Sayid Abdurrahman ialah cicit dari Sayid Abu Bakar Syaiban, seorang ulama terkemuka di Tarim, Hadramaut, yang masih memiliki garis keturunan dengan Rasulullah Muhammad  SAW.

Loading...

Waktu itu sekitar abad ke 17, banyak ulama dari Arab maupun Gujarat India, yang datang untuk berdakwah maupun berjualan di Indonesia. Sayid Abdurrahman termasuk di dalamnya yang saat itu memilih hijrah ke Cirebon.

Singkatnya, Sayid Abdurrahman lalu menikahi Syarifah Khadijah, cucu Raden Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Dari pernikahan itu, lahirlah Sayid Arif Segoropuro dan dua saudaranya yakni Sayid Sulaiman serta Sayid Abdul Karim.

Mewarisi ketekunan leluhurnya dalam berdakwah, keluarga ini berjuang keras menyebarkan Islam di Jawa. Tak  jauh dengan apa yang telah dilakukan oleh Sunan Gunung  Jati, di Cirebon. Pengaruh dan ketekunan mereka dalam berdakwah membuat penjajah Belanda khawatir.

Bahkan Sayid Arif bersama kakak kandungnya, Sayid  Sulaiman, pernah nyantri di pondok pesantren yang dikelola oleh penerus Sunan Ampel di Surabaya. Setelah nyantri di Ampel, kakak beradik ini pergi ke Pasuruan untuk nyantri pada Mbah Sholeh Semendi di Segoropuro,  yang konon dikabarkan paman mereka sendiri  saudara dari Syarifah Khodijah).

Saat nyantri di Mbah Semendhi, keduanya banyak belajar.  Hingga dijodohkan oleh anak Mbah Semendhi sendiri. Setelah menikah, kedua bersaudara ini tetap melakukan syiar Islam. Sayid Arif tetap belajar di Segoropuro, sementara Sayid Sulaiman babat alas di kawasan Kraton.

Dari sinilah cerita pondok pesantren Sidogiri berdiri. Nama Segoropuro sendiri, memiliki banyak arti hingga menjadi nama desa. Lokasinya berada dekat dengan segoro (lautan) dan disana terdapat perbukitan. Di  tempat  inilah, Sayid Arif menempa ilmu saat belajar dengan Mbah Semendhi.

Sayid Arif yang haus akan ilmu, sering mengaji dan mempelajari kitab-kitab dari gurunya. Karena dekat dengan laut, Sayid Arif merasa terganggu dengan suara ombak yang berdesir saat belajar. Hingga suatu ketika, dia meminta kepada Allah agar menjauhkan suara ombak itu.

Menyadari permintaannya terlalu tinggi, Sayid Arif pun meminta maaf kepada sang pencipta. Dari sinilah akhirnya muncul nama Segoro (lautan) dan Puro yang alam  bahasa jawanya mengartikan maaf (Pangapuro).

Syiar Islam yang dilakukan Sayid Arif dikala itu,  nampaknya  membuat pemerintahan Belanda tak senang. Sebab, dari  syiar itulah cikal bakal organisasi perlawanan bisa muncul. Apalagi, syiar melalui dakwah yang dilakukan Sayid Arif banyak diikuti jamaah, hingga akhirnya menjadi santri atau pengikut.

Begitu juga dengan syiar yang dilakukan Sayid Sulaiman, yang bahkan menyebar ke daerah lain. Tidak hanya di kawasan Pasuruan, tapi juga sampai Banten. Hingga Ia pernah dipanggil Sultan Agung Tirtayasa sekitar tahun  1681-an.

Saat itu Sultan Agung Tirtayasa sedang bergejolak dengan putranya sendiri, Sultan Haji. Pemicunya, sang anak memihak Belanda. Dua bersaudara ini bahkan mulai mendekat pada penguasa Pasuruan, yang saat itu masih dipegang oleh  Untung Surapati.

Tokoh terkemuka yang belakangan menjadi adipati di Pasuruan, dan gencar melakukan perlawanan dengan Belanda. Bersama penerus generasi Untung Surapati, Sayid Arif juga memperjuangkan kemerdekaan. (radar)

Incoming search terms:

  • segoropuro
  • karomah sayyid arif segoropuro
  • sayyid arif segoropuro
  • makam segoropuro
  • keturunan sunan gunung jati
  • segoro puro
  • segoro puro pasuruan
  • sayyid arif segoro puro pasuruan