Browse By

Gaji di Bawah UMK, Karyawan Mogok Kerja

Perusahaan Berdalih Kinerja Turun

TEGALSIWALAN – Ratusan karyawan PT  Cendana Putra Nusantara melakukan aksi mogok masal di depan pintu gerbang masuk pabrik, kemarin (18/1). Aksi mogok itu dilakukan karyawan karena manajemen pabrik  tidak membayar upah sesuai UMK.

Selain  itu, upah kerja di hari libur dihitung seperti hari normal. Ada 6 hal yang menjadi tuntutan karyawan dalam mogok masal tersebut. Pertama, soal gaji yang berada di bawah Upah Minimum Kota (UMK). Diketahui, UMK Probolinggo  tahun ini sebesar Rp 1.736.000.

Namun, karyawan hanya dibayar 35 ribu per harinya. Jika dikalikan 26 hari, maka upah karyawan hanya Rp 910 ribu. “Pihak manajemen berjanji akan menaikkan upah kami pada awal Januari ini, namun hingga pertengahan bulan, upah kami tetap,”  terang Harsimah, salah seorang karyawan  ketika ditemui Jawa Pos Radar Bromo di  lokasi pabrik yang ada di Desa Paras, Kecamatan  Tegalsiwalan.

Kedua, kerja di hari Minggu, karyawan  di bayar seperti hari normal. Padahal, manajemen  menjanjikan dua kali lipat. Ketiga, jika karyawan tidak masuk pada hari Minggu, gaji mereka dipotong 1 hari. Keempat, jika karyawan pulang pada pukul 15.00, upah hanya dibayar setengah.

Diketahui, jam kerja di pabrik pengolahan kayu itu selama 8 jam yakni sejak pukul  07.00 sampai 15.00. Dengan sanksi upah  dibayar setengah, maka pabrik memaksa karyawan untuk bekerja lembur. Lembur di hari normal dilakukan selama dua jam, yakni hingga pukul 17.00.

Loading...

Kelima, karyawan mengeluhkan jam kerja yang melebihi batas normal, yakni 48 jam dalam sepekan. Tidak hanya itu, gaji yang diterima karyawan sering tidak sesuai. “Upah yang dibayar tiap pekan, sering hanya terbayar 4 atau 5 hari  saja. Padahal, kami bekerja hingga 6 hari dalam  seminggu,” ujar Hafid, karyawan lainnya.

Terpisah, Kepala Produksi Karjono menjelaskan, bahwa tidak semua tuduhan karyawan itu benar. Menurutnya, gaji karyawan yang dipotong tersebut adalah karyawan yang pulang sebelum pukul 14.00. “Tidak  semua yang dikatakan karyawan itu benar.  Tidak pernah kami memotong upah karyawan  yang pulang di atas pukul 14.00,” tegasnya.

Soal upah, manajemen tidak pernah berjanji akan memberikan sesuai UMK. Namun, perusahaan akan mengusahakan kenaikan bertahap, dengan syarat, karyawan dapat mencapai target produksi. “Selama 2 bulan  terakhir, kinerja karyawan terus menurun. Dari target 450 balok kayu, yang dihasilkan cuma 300 saja,” jelasnya.

Terkait upah yang sering tidak sesuai, Karjono berdalih disebabkan kesalahan teknis dari data komputer. Kepala regu sering diminta untuk mengoreksi, namun mereka tidak melakukannya. Soal jadwal kerja di hari Jumat dan Sabtu yang normal seperti  hari biasa, Karjono mengaku jika hal itu  memang aturan perusahaan.

Karjono sendiri tidak menyoal aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan. Perusahaan akan tetap menampung semua tuntutan. “Kami sampaikan ke pimpinan,”  pungkasnya. (radar)

Incoming search terms:

  • gaji pt behaestex
  • pt cendana putra nusantara