Browse By

Air Terjun Madakaripura Disebut Sebagai Tempat Gajah Mada Moksa

TIDAK banyak literatur yang bisa ditemukan untuk membuktikan fakta keterkaitan Patih Gajah Mada dengan air terjun yang eksotis tersebut. Namun begitu, sebagian besar masyarakat percaya bahwa air terjun tersebut menjadi saksi bisu hari-hari terakhir Gajah Mada.

Air-Terjun-Madakaripura-Disebut-Sebagai-Tempat-Gajah-Mada-Moksa

Meski belum ada literatur yang secara gamblang membuktikan keterkaitan Gajah Mada dengan Madakaripura, cerita tersebut menjadi khasanah budaya sebagai ikon kabupaten. Dalam buku yang disusun tim dari Universitas Surabaya (Ubaya) berjudul “Madakaripura, Antara Fakta dan Legenda”, sejumlah cerita mengiringi keberadaan air terjun dengan  ke tinggian 200 meter tersebut.

Pertama tentu saja cerita Gajah Mada yang moksa di goa yang ada di tebing air terjun.  Cerita kedua yakni legenda Joko Lemu (gemuk) dan Joko Kuru (kurus). Juru kunci Madakaripura, Mbah Gondo Parman mengatakan,  dua cerita tersebut memang menjadi  kekuatan air terjun tersebut  hingga banyak pengunjung yang kemudian datang.

“Cerita yang berkembang memang seperti itu. Soal kebenarannya diserahkan masing-masing pada masyarakat,” jelasnya.  Nama Madakaripura sendiri diartikan sebagai tempat persemedian terakhir Gajah Mada. Yakni Mada (Gajah Mada), Kari (terakhir), dan Pura (tempat bersemedi).

Sejumlah mitos  juga diceritakan warga setempat. Diantaranya, keberadaan senjata ampuh dari sang maha patih. Senjata tak kasat mata itu konon tersimpan di goa tempat Gajah Mada bersemedi. Untuk meyakinkan bahwa Gajah Mada memang berada di tempat itu, dibangun dua patung Gajah Mada di lokasi me uju air terjun sebagai penanda.

Loading...

Patung pertama diwujudkan dengan Gajah Mada yang sedang berdiri dengan menghunus keris. Patung lainnya menunjukkan Gajah Mada sedang duduk mendekapkan tangan seperti sedang bersemedi.  Kedua patung tersebut memang menggambarkan sosok Gajah Mada yang gagah dan berwibawa.

Dalam kitab Negarakertagama karangan Empu Prapanca memang disebutkan, jika Gajah Mada dihadiahi Raja Hayam  Wuruk tempat untuk bertapa. Dalam kitab yang diartikan  melalui tata bahasa Jawa Kuno itu, tempat itu adalah Mada  karipura.

Namun, tidak disebutkan apakah Madakaripura tersebut merupakan tempat yang ada saat ini.  Namun, dalam cerita mengenai Candi Jabung, memang  di sebutkan bahwa Raja Hayam Wuruk melakukan upacara
“Mamenggat Sigi”.

Dalam upacara itu, Hayam Wuruk dan Empu Pradah merencanakan mandi suci di dua tempat. Yakni  di Sendangagung Tamansari dan di air terjun di daerah selatan (konon Madakaripura). Dalam kitab yang sama, juga  disebutkan bahwa Madakaripura adalah suatu dharma kasogatan atau tempat pemujaan Budha.

Hanya saja, tidak tidak ada keterangan mengenai air terjun dalam kitab tersebut.  Sementara, ada cerita lain yang diungkapkan Mbah Gondo, yakni legenda Joko Lemu dan Joko Kuru. Dimana kedua  orang ini berlomba-lomba mendapatkan kesaktian dari  yang maha kuasa. Hingga kemudian, pertapaan Joko Lemu lebih diterima.

Konon kemudian Joko Lemu inilah yang  merupakan sosok Gajah Mada. Dalam legenda itu, disebutkan bahwa Joko Lemu atau Gajah Mada pulang ke Madakaripura  setelah menuntaskan pengabdiannya. Kepala Kantor Arsip Dwi Hartono mengatakan, bahwa belum  ada literatur yang menyatakan keterkaitan Gajah Mada dengan  air terjun Madakaripura.

“Sementara ini yang berkembang sebatas cerita, mitos, atau legenda,” katanya. Meski begitu, Ia bangga dengan kisah-kisah tersebut. Hal itu menjadi bukti  bahwa kabupaten memang menjadi salah satu wilayah yang  diperhatikan kerajaan Majapahit. “Berbeda dengan Candi Jabung, yang memang jelas sejarahnya,” katanya. (radar)

Incoming search terms:

  • asal usul air terjun madakaripura
  • asal usul madakaripura
  • cerita asal usul madakaripura
  • asal mula madakaripura
  • tempat pertapaan patih gajah mada
  • sejarah madakaripura