Browse By

Tewas Dihabisi Mantan Menantu Siri

Dua Pelaku Masih Buron

PRIGEN – Misteri pembunuhan Murni, 50 warga Barata Jaya, Surabaya yang dibuang di kebun Cengkih, Kelurahan Ledug, Kabupaten Pasuruan  akhirnya terungkap. Saat ini polisi berhasil membekuk  satu pelaku yang diduga jadi otak pembunuhan   berencana pada Selasa (28/12) lalu.

Mayat-perempuan-yang-ditemukan-di-kebun-Cengkih,-kemarin

Satu pelaku yang telah dibekuk itu adalah AK, 31, pria asal Rungkut Menanggal Harapan Surabaya. Ia diamankan petugas Resmob Polrestabes pada Kamis (31/12) sekitar pukul 19.00 malam. AK selama ini merupakan mantan menantu siri korban.

Loading...

Beberapa bulan terakhir hubungan korban dan AK sendiri memburuk usai korban meminta AK tak menemui  anak perempuan dan cucunya  lagi. “Satu pelakunya sudah kami tangkap saat ia berada di jalan,” terang AKP. Agung Pribadi, Kanit  Resmob Polrestabes Surabaya   saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di Mapolsek Prigen kemarin,  (1/1).

Pengungkapan kasus itu tak terlepas terungkapnya identitas korban usai dilakukan cek sidik jari. Usai mengetahui identitas korban yang sehari-harinya jadi tukang kredit keliling, polisi langsung mengorek keterangan dari orang-orang terdekat korban. Dari situ, mencuat nama AK.

“Jadi AK ini sakit hati lantaran korban memintanya berpisah dengan istri sirinya. AK juga dilarang menemui cucu korban yang usianya 1 tahun, 9 bulan,” ujar salah satu penyidik yang mewanti-wanti namanya tak  dikorankan.

Pelaku AK meminta, bila ia berpisah dengan anak Murni, maka ia yang mengasuh anak hasil dari perkawinan sirinya.  Namun, Murni menolaknya dan meminta AK tak menemui anak dan cucunya lagi.  AK sendiri sejatinya sudah mem punyai istri resmi.

Ia menikah siri dengan anak korban Murni beberapa tahun lalu. “Motif sementara masih dendam. Lainnya, masih dalam penyidikan lebih lanjut,” jelas Agung. Dari pemeriksaan kepada pelaku AK, polisi memastikan aksi pembunuhan itu tak dilakukan AK seorang diri.

Ia bersama dua orang yang jadi eksekutor dan sampai kemarin masih buron. Dari hasil penyelidikan sementara polisi, korban diketahui  berangkat dari rumahnya menuju pasar Manyar dengan mengendarai  motor Yamaha Mio pada pagi hari.

Nah, di areal pasar itu, korban Murni bertemu dengan AK yang  lantas mengajaknya masuk kedalam  mobil Toyota Avanza. Rupanya di dalam mobil itu sudah ada dua orang lain yang  menunggu. Di dalam mobil itulah, korban Murni dihabisi.

Korban dibunuh dengan cara dicekik saat mobil berada di daerah Kertajaya, Surabaya atau berjarak sekitar satu kilometer dari Pasar Manyar. “Aksi pembunuhannya dirancang dan direncanakan seminggu sebelumnya oleh pelaku. Bisa  dikatakan ini merupakan pembu  nuhan berencana. Dua pelaku  lainnya masih buron dan belum  tertangkap,” jelas Agung.

Setelah korban tewas usai dicekik, para pelaku lantas berniat membuangnya. Pelaku sempat berniat membuang jenazah korban ke Lamongan. Namun  usai muter-muter di Lamongan,   pelaku tak mendapati tempat  yang sepi.  Dari situ pelaku lantas putar balik dan memilih ke Prigen.

Mayat korban yang tanpa identitas sendiri baru ditemukan di kebun cengkih, Lingkungan Jeruk, Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen pada Selasa sore sekitar  pukul 15.30. “Kasus ini kami yang menangani,  karena lokasi pembunuhannya  di Surabaya.

Kini, terus dikembangkan sekaligus mengejar  pelaku lainnya yang masih buron,” jelas Agung. Sementara itu, Kasatreksrim Polres Pasuruan AKP. Khoirul Hidayat yang kemarin (1/1) juga berada di Mapolsek Prigen membenarkan tertangkapnya satu pelaku.

Ia memastikan kasus pembunuhan itu ditangani Polrestabes Surabaya. “Kasusnya ditangani sepenuhnya oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya. Karena, kami hanya ketempatan tempat pembuangannya saja. Berkas perkara penemuan mayatnya dan sebagainya,  sudah kami limpahkan ke penyidik resmob di Polrestabes  Surabaya,” jelas Khoirul Hidayat, kemarin. (radar)

Incoming search terms:

  • kasus murni
  • download bokep anak jepang
  • rahmi baratajaya pembunuhan