Browse By

Penerima KIS di Kareng Kidul Salah Sasaran

Diduga Gunakan Data Lama

WONOMERTO – Diduga menggunakan data lama, penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo salah sasaran. Banyak data penerima KIS yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Kades-Kareng-Kidul-Suladi-menunjukkan-KIS-untuk-warganya-yang-salah-sasaran.

Akibatnya, untuk sementara  Kades Kareng Kidul Suladi memutuskan untuk tidak membagikan KIS pada warganya. Dia khawatir, jika KIS dibagikan akan menimbulkan polemik diantara  warga. “Pasti rawan, karena kartu yang saya terima, ternyata banyak yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Loading...

Penerimanya banyak yang tergolong kaya. Padahal, IS ini khusus untuk warga tidak mampu,” katanya. Suladi lantas menjelaskan, ada  115 Kepala Keluarga (KK) yang  berhak menerima KIS di desanya. Namun, setelah dicek, ternyata penerima KIS tidak tepat sasaran.

Ada lima macam kesalahan yang  ditemukannya pada data penerima  KIS di Kareng Kidul. Yakni, 20 KK penerima tergolong sebagai keluarga mampu. Namun, mendapat kartu tersebut. Lalu, ada 40 KK yang tertulis dalam  daftar penerima.

Namun, setelah  ditelusuri mereka tidak ada di desa   setempat. Kemudian, ada 10 KK yang memiliki alamat tidak sesuai dengan  KTP. Selanjutnya, ada 7 KK yang sudah meninggal dunia. Namun, masih tercantum dalam daftar.

Yang terakhir, ada 15 KK memiliki alamat yang berbeda dengan anggota keluarga. “Setelah saya telusuri banyak data yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan,” jelas Suladi. Suladi pun mengaku heran. Sebab, data terbaru calon penerima  KIS sudah Ia lampirkan.

“Data kalau di desa sudah diperbarui dan itu sudah dilaporkan. Tapi yang keluar kok tetap data  lama,” imbuhnya. Lalu, saat pendataan ber langsung  menurut Suladi, dia sudah memberikan data terbaru pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten  Probolinggo.

Namun ternyata, banyak kesalahan yang ditemukan dalam daftar penerima KIS. Fasilitator BPS Kecamatan Wonomerto  Agus Soleh saat dikonfirmasi  menegaskan, saat  pendataan, pihaknya memang menggunakan data lama. Yaitu,  data tahun 2011.

Karena itu, saat pendataan, pihaknya mengumpulkan perangkat desa, ketua RT, dan ketua  RW untuk mendata warga yang berhak menerima. Pendataan dilakukan dengan memperbaiki daftar yang diberikan oleh pihak  BPS.

“Perangkat desa diminta memperbaiki data berupa hard copy yang diberikan oleh BPS,” jelasnya. Sebenarnya menurut Agus Soleh, perangkat desa sudah memperbaiki data yang salah dan menggantinya dengan data  terbaru.

Menurutnya, data yang  salah sudah dicoret dan diberi  keterangan di sampingnya. Namun,  diduga karena proses pendataan dilakukan dengan cara manual, maka masih terdapat banyak kesalahan di dalam pendataan.

Sebagai informasi, KIS merupakan jenis kartu atau program yang berfungsi memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat   untuk mendapatkan pelayanan  kesehatan secara gratis. Khususnya untuk keluarga miskin atau tidak mampu.

Pemegang kartu KIS dapat menggunakannya di setiap fasilitas kesehatan tingkat pertama dan tingkat lanjut. Terpisah, Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Djudjuk Widhilaksana saat dikonfirmasi menjelaskan, KIS sebenarnya bukanlah tugas BPS.

BPS hanya bertugas menyediakan data warga miskin. Data inilah yang kemudian digunakan untuk KIS. Nah, sampai saat ini kata dia, BPS baru memiliki data warga miskin tahun 2011. Artinya, kesalahan pendataan disebabkan karena data  masih menggunakan data lama.

Saat ini menurutnya, banyak data baru tentang warga miskin yang belum masuk. Misalnya, ada warga miskin yang terdata tahun  2011, saat ini sudah meninggal dunia. Data itu belum masuk.  “Rencananya, kami baru akan  mendata warga miskin pada awal tahun 2016,” ujarnya. (radar)

Incoming search terms:

  • kepala desa kareng kidul