Browse By

Wisata Berujung Musibah

 Bocah SD Tenggelam di Kolam Renang Dewasa

GADINGREJO-Agenda wisata puluhan siswa SDN Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, ke kolam renang Astoria  Water park di Jalan Soekarno-Hatta, kemarin berubah jadi  musibah. Itu, setelah salah satu siswa sekolah setempat tenggelam  di kolam renang hingga akhirnya harus meregang nyawa.

Rohim,-saat-membawa-pulang-jenazah-anaknya,-Alif-Bustomi,-kemarin.

Diduga, siswa tersebut tenggelam setelah terpeleset ke kolam renang dewasa sedalam 1,2 meter hingga tenggelam. Siswa nahas  itu diketahui bernama Alif Bustomi,  7. Siswa asal Ngemplakrejo yang masih duduk di kelas 1 SD  itu tenggelam lantaran tak bisa berenang.

Loading...

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, kemarin SDN Ngemplakrejo memang memiliki agenda untuk berekreasi. Agenda itu disusun setelah siswa menjalani ujian  akhir semester (UAS). Dalam agenda itu, hanya siswa kelas 1 dan 2 saja yang ikut.

Sekolah  ini lalu mengambil destinasi  waterpark yang berada di Jalan Soekarno-Hatta sebagai  tujuannya. Kemarin, sekitar 60  siswa sekolah pun sudah berkumpul  sejak pagi hari. Mereka banyak didampingi oleh wali murid.

“Dari pihak sekolah sendiri ada tiga guru yang menjadi pendamping,” terang Ramli, salah satu  guru SDN Ngemplakrejo. Begitu tiba, puluhan siswa langsung berenang di kolam renang anak-anak. Entah mengapa saat sedang menikmati arena  kolam renang, tiba-tiba guru dan  wali murid dikejutkan suara   minta tolong karena ada yang melihat salah satu siswa, bernama  Alif tenggelam.

Saat itu juga pengunjung di waterpark mencoba menyelamatkan Alif. Siswa kelas 1 yang kemarin didampingi oleh saudaranya  itu lalu dievakuasi ke tepi kolam. Sayangnya, saat itu Alif  sudah tak sadarkan diri. Pihak sekolah kemudian membawa Alif ke Puskesmas Gadingrejo yang  jaraknya tak lebih dari 1 kilometer  dari lokasi kejadian.

Alif pun mendapat penanganan oleh tim medis di puskesmas setempat. Sayangnya, meski  sudah mendapat penanganan,  Alif dinyatakan meninggal karena diduga kehabisan napas. Kabar itu pun langsung cepat tersebar. Polisi dan pihak keluarga  langsung datang ke Puskesmas  Gadingrejo. Termasuk  Rohim, ayah kandung Alif.

Mendapati anaknya sudah meregang  nyawa, Rohim sempat tak percaya. Lelaki berambut gondrong  itu hanya terdiam bahkan tak bisa berkata-kata. Hanya saja, dia sempat menyesali pihak sekolah yang tak mengamati siswa  dengan seksama.

Rohim pun enggan berbicara saat diminta berkomentar. Dia lebih memilih untuk masuk ke dalam ambulans dan membawa Alif ke rumah duka. “Saya ndak  perlu diajak ngomong,” katanya sembari masuk ke dalam ambulans.

Begitu jenazah Alif dipulangkan, beberapa guru ikut mengantar ke rumah duka. Mereka pun tak menyangka agenda refreshing  usai ujian yang biasa digelar sekolah tersebut, mendadak berubah menjadi tragedi.  Di sisi lain, Wawan Setiawan,  selaku humas dari Astoria Waterpark mengatakan, insiden tenggelamnya Alif juga di luar dugaan.

Wawan menyebut, pihak  pengelola waterpark sejatinya pagi itu tak membuka waterpark. “Sejatinya pagi tadi (kemarin)  kolam ditutup karena memang ada rencana dibersihkan. Sebab, beberapa kolam sudah kotor,”  terang Wawan.

Namun, sekitar pukul 07.00, petugas di kolam yakni cleaning service (CS) dan sekuriti, kedatangan pengunjung yakni puluhan siswa SDN Ngemplakrejo. Petugas CS dan sekuriti, kata Wawan, sejatinya sudah memberi penjelasan bahwa kolam renang hendak dikuras.

“Tetapi, pihak sekolah bersikukuh masuk. Alasannya, sudah telanjur tiba  di lokasi,” bela Wawan.  Petugas, lanjut Wawan, kemudian sempat konsultasi dengan manajemen di tingkat atas. Hasilnya, manajemen menyetujui  lantaran pengunjung juga hanya  sedikit. Terlebih hanya siswa SD  yang biasanya berenang di kolam anak-anak.

Selang beberapa jam kemudian, terjadilah insiden tenggelamnya  Alif. Pengelola juga tak menyangka, Alif bakal berenang di kolam dewasa. “Waktu itu siswa lainnya berenang di kolam sisi selatan. Sementara korban yang meninggal berenang di sisi utara yang tak lain kolam  dewasa sedalam 1,2 meter,” terang Wawan.

Menurut Wawan, sejatinya pihak pengelola sudah memiliki lifeguard yang biasa membantu pengunjung. Tetapi, karena  kemarin, kata Wawan, kolam memang direncanakan libur untuk menguras kolam, maka penjaga tersebut juga libur.

Wawan menambahkan, pihak  waterpark sendiri biasanya punya agenda menguras kolam tiap hari Jumat. Pengurasan tiap Jumat biasanya dilakukan untuk menyambut weekend. “Tetapi, karena cuaca (hujan) memengaruhi,  maka pengurasan kolam dimajukan hari Kamis (kemarin),” terang Wawan.

Atas insiden tenggelamnya siswa, lanjut Wawan, pihak pengelola  waterpark mengaku juga terkejut. Hanya saja, pengelola sudah menyiapkan langkah. Salah satunya akan menyantuni  korban. Sementara itu, insiden meninggalnya  Alif karena tenggelam, disikapi polisi dengan penyelidikan.

Menurut Kompol Hery Sucahyo, kapolsek Gadingrejo,  kejadian ini sudah diselidiki.  “Beberapa saksi sudah kami minta keterangan. Baik guru, kerabat korban, dan pengelola. Kami belum bisa menyimpulkan kejadian ini,” beber perwira polisi  dengan tiga setrip di pundaknya itu. (radar)

Incoming search terms:

  • astoria waterpark pasuruan