Browse By

Meninggal karena Serangan Jantung

Temukan Luka Memar, Polisi Dalami Faktor Pemicu

MAYANGAN-Misteri penyebab kematian Sualimin, 38, warga Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, yang  diduga keluarganya meninggal tak wajar mulai terkuak. Dari hasil otopsi yang dilakukan tim  DVI (Disaster Victim Identification) Polda Jatim,  Sualimin disebutkan meninggal karena serangan  jantung.

Petugas-kepolisian-saat-membongkar-kuburan-Sualimin-yang-diduga-meninggal-tak-wajar-di-TPU-Desa-Tongas-Kulon,-kemarin.

“Dari hasil otopsi yang kami terima, Sualimin me ninggal karena serangan jantung koroner.  Selain itu, juga ada catatan tentang memar dibeberapa bagian tubuh seperti dahi, pergelangan  tangan kiri, dan sisi luar paha,” ujar Kasatreskrim  Polres Probolinggo Kota AKP Trisno Nugroho,  kemarin.

Namun, saat ditanya soal asal muasal memar, Trisno mengaku belum bisa memastikan. Yang jelas, menurutnya, bukan luka memar yang membuat Sualimin meninggal. “Dari hasil sampel paru-paru yang diambil, diketahui bahwa Sualimin juga menderita penyakit paru menahun.

Loading...

Ada perlengketan  paru dengan dinding  dada,” jelasnya. Dalam laporan tim DVI bernomor IFRS,15.032 yang dibuat Kompol Dr C Bambang Widhiatmoko S.pF, juga tercantum bahwa penyebab kematian sulit untuk dipastikan karena mayat telah mengalami pembusukan.

Namun, pengerasan dan penyempitan pembuluh koroner disinyalir kuat menjadi salah  satu penyebab kematian mendadak.  “Tanda kekerasan itu bukan penyebab kematian utama. Namun, bisa jadi saat itu terjadi  kondisi emosional yang membuat korban syok sehingga terjadi  serangan jantung mendadak,”   jelas Trisno.

Dengan begitu, adanya luka memar bisa jadi pemicu situasi yang membuat kondisi emosional  Sualimin meningkat hingga memicu peningkatan detak jantung.  Adanya penyempitan dan pengerasan pembuluh koroner ditambah  adanya penyakit paru mengakibatkan tidak terpenuhinya  suplai oksigen. Sehingga, fungsi jantung terganggu dan berujung pada kematian.

“Hasil otopsi ini sudah kami  sampaikan pada pihak keluarga, Rabu (16/12). Dan, pihak keluarga sudah menerima penyebab  kematian Sualimin,” ujar Trisno.  Meskipun pihak keluarga sudah menerima, namun Polresta masih  terus melakukan penyidikan  kasus itu. Termasuk soal adanya  tanda-tanda kekerasan itu.

“Meskipun tanda kekerasan ini bukan penyebab kematian, namun bisa menjadi pemicu serangan jantung. Seperti kondisi shock,” tambahnya. Dalam kasus tersebut, sampai kemarin pihak penyidik Polresta belum melakukan penetapan tersangka.

Penyidik berencana untuk kembali melakukan gelar perkara untuk  mendalami kasus itu. Jika nantinya ada temuan yang mengindikasikan terjadi kekerasan, tidak menutup kemungkinan akan ada penetapan tersangka.

Diketahui, sebelumnya keluarga Sualimin di Nguling menduga meninggalnya Sualimin tak wajar. Selain proses penguburan yang dinilai tergesa-gesa, salah satu kerabat Sualimin   juga mendapati pada bagian  mata kanan Sualimin terdapat luka. (radar)

Incoming search terms:

  • misteri jls tulungagung
  • gunung tugel tongas