Browse By

Tak Restui Anak, Tewas Minum Racun

PRIGEN – Perjalanan hidup Sulikah, 50, warga Dusun Jagil, Desa Gambiran, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, berakhir tragis. Kemarin (15/12),  ibu seorang anak itu ditemukan tewas di ruang tengah rumahnya dalam posisi telentang.

Seorang-petugas-medis-memeriksa-Sulikah,-yang-ditemukan-tewas-di-rumahnya,-di-Dusun-Jagil,-Desa-Gambiran,-Kecamatan-Prigen,-Kabupaten-Pasuruan,-kemarin.

Tak jauh dari perempuan yang sudah lama  menjanda itu, polisi menemukan tiga jenis obat serangga cair. Serta, secarik kertas berisi wasiat  yang ditulis tangan oleh Sulikah. Tewasnya korban diketahui oleh adik korban, kemarin (15/12) sekitar pukul 11.00 WIB.

Loading...

“Tewasnya  korban karena murni bunuh  diri dengan cara minum obat serangga. Bukan karena lainnya. Ditemukan pertama kali oleh adiknya yang datang bersama  tetangga korban,” ujar Kapolsek  Prigen AKP Samsul Arifin.

Menurut kapolsek, korban telah lama menjanda dan selama ini hidup sendirian. Karena putra semata wayangnya kini merantau  ke Brunei Darussalam.  Nah, kemarin pagi, seorang tetangganya curiga karena lampu  di teras rumah korban tetap  menyala meski sudah siang.

Si  tetangga itu pun memanggil korban dari luar rumahnya. Tapi, berkali-kali dipanggil, korban  tak kunjung menjawab. Karenanya, si tetangga memutuskan memanggil adik kandung  korban, Tatik. Sang adik yang  tinggal di Dusun Bogem, Desa  Gambiran, Kecamatan Prigen,  Kabupaten Pasuruan, itu pun datang ke rumah kakaknya.

Sesampai di rumah korban,  Tatik membuka pintu bagian depan rumah menggunakan kunci duplikat. Saat itulah, ia  mendapati kakaknya sudah tewas. “Motif bunuh dirinya, informasi yang kami dapat dari keluarga korban, karena masalah internal keluarga.

Yakni, korban tak merestui pernikahan putranya yang kini berada di Brunei Darussalam,” jelas AKP Samsul. Tak jauh dari korban, polisi juga  menemukan barang bukti berupa tiga jenis obat serangga cair dalam kemasan plastik. Serta,  secarik kertas berisi wasiat ditulis  tangan olehnya sendiri.

Dalam surat wasiat itu, korban menyebutkan  kalau tidak menyetujui pernikahan  anaknya. Serta, sertifikat rumah yang ditempati ada pada adiknya, Tatik. “Keluarga korban menolak dilakukan visum karena menerima  kematian korban.

Sementara itu, barang bukti berada di  TKP (tempat kejadian perkara)  kami amankan ke mapolsek. Sore harinya, ia dimakamkan di  TPU setempat,” jelas AKP Samsul.  (radar)