Browse By

Janda Empat Anak Terlindas Truk

MAYANGAN-Nahas menimpa Siti Mualfiah, 47, warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota  Probolinggo. Kemarin (28/11), janda empat anak itu tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di  Jalan A. Yani, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Saat itu korban hendak pulang dari berbelanja di  pasar.

Janda-Empat-Anak-Terlindas-Truk-LPJ-di--Jalan-A.-Yani,-Kelurahan-Mangunharjo,-Kecamatan-Mayangan.

Dengan mengendarai sepeda motor bernopol N 6645 SC, korban melaju dari barat di Jalan A. Yani. Di jalan yang sama, juga melaju truk tangki elpiji  bernopol P 8488 DE. Sesampai di pertigaan Jalan A Yani-Jalan WR Supratman, Siti berusaha mendahului truk tangki yang  di sopiri Bambang Agus Biantoro, 34, Warga Bondowoso,  itu.

Loading...

Belum berhasil mendahului, motor korban tersenggol pengendara motor lain yang belok kanan. “Ada sepeda motor lain yang belok ke kanan dan nyenggol motor korban. Terus motor korban jatuh masuk ke kolong truk dan terlindas ban belakang,” ujar Pondi, seorang penjual bensin di sekitar lokasi kejadian.

Akibatnya, korban yang kala itu tak mengenakan helm tewas di tempat kejadian. Kepala dan dadanya remuk  terlindas ban belakang truk tangki berisi 15 ribu kilogram epiji. “Truk itu langsung dibawa ke Rupbasan karena isinya masih penuh.

Diduga, truk itu dari Surabaya mau ke Banyuwangi,” ujar Penyidik Lakalantas Polres  Probolinggo Kota Brigadir Iswahyudi. Selain truk, pihaknya juga mengamankan sopir truk untuk dimintai keterangan. Soal penyebab pasti kecelakaan  ini, Iswahyudi mengaku belum bisa memastikan karena masih memeriksa sesjumlah saksi.

“Ada kemungkinan korban terjatuh karena kondisi jalan di lokasi kejadian bergelombang. Namun, ada yang melihat sepeda motor bersenggolan, makanya masih akan diperiksa kembali saksinya,” ujarnya. Kecelakaan itu juga mengundang perhatian Wakil  Ketua DPRD Kota Probolinggo Zulfikar Imawan.

Katanya, kecelakaan itu terjadi karena masuknya truk bertonase tinggi ke jalan tengah kota. “Pengawasan dan penegakan hukum dari aparat dan dinas terkait masih kurang. Harusnya Dishub lebih gencar melakukan  pengawasan di beberapa titik,” ujarnya.

Menurutnya, sudah lama kendaran bertonase tinggi  di larang masuk kota. Tapi, sejauh ini masih ada saja truk yang nekat. Katanya, perbaikan jalan lingkar  utara tak bisa dijadikan alasan. Sebab, kendaraan itu bisa lewat di jalur lingkar selatan. “Kan bisa diputar lewat jalur selatan. Baik dari arah timur maupun  barat kota,” ujarnya. (radar)

Incoming search terms:

  • kecelakaan di ponokawan