Browse By

Bangil Siap Jadi Ibu Kota Kabupaten Pasuruan

ARUS kendaraan di pusat Bangil tampak padat pagi kemarin (28/11). Kendaraan bermotor saling berebut jalan untuk melintas. Situasi itu hampir setiap hari terjadi. Itu, lantaran Kecamatan Bangil memang menjadi jalur  yang padat khususnya di jalur  pantura yang menghubungkan Surabaya-Banyuwangi.

Suasana-di-Alun-alun-Bangil-yang-berada-di-pusat-kota.-Dalam-waktu-dekat,-kecamatan-ini-akan-menjadi-ibu-kota-Kabupaten-Pasuruan.

Tak hanya kendaraan roda dua yang melintas. Angkutan barang yang berangkat dari Surabaya menuju Banyuwangi atau sebaliknya, juga melintasi kawasan Bangil. Secara geografis, lokasi Bangil termasuk kawasan yang strategis.

Posisinya menjadi penghubung antara Surabaya dan Banyuwangi. Pada bagian barat, Bangil berbatasan dengan Beji. Sementara pada bagian  selatan, berbatasan dengan Rembang.  Dan sisi timurnya, berbatasan dengan  Kecamatan Kraton.

Kecamatan yang digadang-gadang sebagai ibu kota kabupaten Pasuruan ini, memiliki luas daratan 3.814,07 hektare. Luasan daratan di Kecamatan Bangil, banyak diman faatkan sebagai lahan pertanian  kering. Tak kurang dari 1.638,10 hektare lahan yang ada, di jadikan  pertanian kering.

Loading...

Sementara lainnya, merupakan persawahan, pemukiman, dan lain-lain. Dengan luasan tersebut, Kecamatan Bangil terpecah menjadi sebelas kelurahan dan empat desa.  Ada pun kelurahan yang dimaksud, diantaranya Kolursari, Kiduldalem, Pogar, Kauman, Bendomungal,  Kersikan, Gempeng, Dermo, Latek, Kalianyar, dan Kalirejo.

Sementara, yang pemerintahannya berupa desa mencakup; Masangan, Raci, Manaruwi, dan Tambakan. “Dari kelurahan dan desa itu,  terbagi menjadi 64 dusun/lingkungan,” ungkap Camat Bangil  Rachmat Syarifuddin. Dengan jumlah pembagian desa/kelurahan tersebut, Kecamatan  Ba ngil termasuk kawasan yang padat penduduk.

Jika dibandingkan  dengan Beji, yang memiliki luasan lebih besar, jumlah penduduk Bangil lebih banyak. Tercatat, jumlah penduduk Bangil mencapai  86.354 jiwa. Sementara di Beji, ada 79.307 jiwa.  Sebagian besar warga Bangil,  bergerak di sektor pertanian. Hampir 50 persen, bergerak di  sektor ini.

Namun, tak sedikit pula yang bergerak di sektor industri, pe rikanan, maupun usaha mandiri. “Selain sektor pertanian, Kecamatan  Bangil juga memiliki  potensi di sektor perikanan maupun UMKM. Karena beberapa daerah di Kecamatan Bangil,  terletak dekat dengan perairan,  sehingga cocok untuk pengembangan budi daya ikan dan  udang,” jelas Rachmat.

Selain kaya akan potensi alamnya,  Bangil juga digadang-gadang untuk dijadikan pusat pemerintahan. Pemkab sudah memindahkan sebagian kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)  ke Bangil, yang sebelumnya banyak  terdapat di Kota Pasuruan.

Pemindahan itu berjalan sejak era 2000-an silam. Saat itu, pemkab mulai memindahkan beberapa perkantoran ke Kompleks  Perkantoran Raci. Seperti kantor  Satpol PP, Dinas Cipta Karya,  Bina Marga, dan disusul kantor-kantor  lainnya.

Sejalan dengan itu semua,  pemkab pun mengancang-ancang Bangil sebagai ibu kota Kabupaten Pasuruan. Hal tersebut  seiring dengan munculnya UU  Nomor 32 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah dan desakan dari masyarakat.

Menurut Rachmat, progres ibu kota Kabupaten Pasuruan sendiri,  tinggal menunggu PP dari pemerintah pusat. “Sekarang masih  pembuatan RPP,” sambung dia. Hal itu ditegaskan pula oleh  Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf beberapa waktu lalu. Pihaknya  yakin, kalau PP Bangil jadi ibu  kota, bisa turun tahun ini.

Mengingat,  pemerintah tengah menyiapkan RPP untuk diusulkan menjadi PP.  “Kami masih optimistis Bangil  bisa jadi ibu kota tahun ini. Karena  tinggal menunggu PP-nya saja,” urainya. (radar)

Incoming search terms:

  • berita bangil