Browse By

Kejari Tahan Tiga Tersangka Penjualan Lahan Makam

Kasus Dugaan Penjualan Lahan Makam Asembakor

KRAKSAAN – Penyidikan kasus  dugaan korupsi penjualan tanah  negara berupa lahan makam umum di Desa Asembakor, Kecamatan  Kraksaan, memasuki babakan baru.  Kemarin (23/12), Kejari Kraksaan mneahan tiga tersangka sekaligus  usai berkas kasus ketiganya dinyatakan  sudah lengkap alias P21.

Lahan-Makam-Asembakor

Ketiga tersangka yang harus merasakan dinginnya sel tahanan itu  adalah Muhammad Hamsun, mantan kepala desa (kades) Asembakor, Kraksaan; Suhariyadi, perangkat Desa Asembakor, Kraksaan; dan Muhammad Saleh, warga sipil asal Kelurahan  Patokan, Kecamatan Kraksaan.

Penahanan terhadap ketiga tersangka  kemarin sempat alot. Pasalnya, ketiga tersangka awalnya enggan ditahan, terutama Hamsun. Alasannya, ia mengaku sedang sakit.  Saat diperiksa tim medis, tekanan  darah Hamsun cukup tinggi.

Sekitar pukul 15.30, ia yang didampingi penasihat  hukum (PH)-nya dan jaksa  penuntut Kejari langsung di bawa ke mobil dinas pidana khusus (pidsus) Kejari Kraksaan. Sebelumnya, dua  tersangka lainnya Saleh dan Suhariyadi ditahan lebih dulu sekitar pukul 15.00.

Kasi Pidsus Kejari Kraksaan Widi Trismono mengatakan, berkas ketiga tersangka sudah lengkap. Langkah penahanan di lakukan untuk mempermudah dan mempercepat proses penyidikan. ”Kami lakukan penahan agar  mencegah adanya upaya menghilangkan  barang bukti oleh para tersangka,” terangnya.

Loading...

Sementara itu, PH tersangka Hamsun, Abdul Haris saat dikonfirmasi mengatakan, lahan yang dijual itu awalnya tidak  bertuan. Kemudian, diajukan permohonan ke Agraria (BPN)  dan keluar sertifikat, Ternyata, setelah itu ada warga yang mengaku memilikinya.

Sebelum ada perkara hukum, uang lahan itu sudah dikembalikan ke warga. ”Karena Pak Hamsun kooperatif, Pak Hamsun  sudah kembalikan uang itu ke jaksa penuntut sebesar Rp 40  juta beserta sertifikat lahannya  sebagai jaminan,” terangnya.

Haris pun sempat menyoroti  langkah penahanan Hamsun.  Sebab, kondisi kliennya disebutkan sedang sakit. Hasil pemeriksaan  tim medis, tekanan  darah Hamsun sampai 200. Kalau dipaksakan masuk ke LP (rutan), akan semakin tinggi  dan bisa berakibat fatal.

”Atas  nama pengacara, saya minta kemanusian jaksa penuntut untuk  tidak menahan Pak Hamsun  karena kondisi sedang sakit,” terangnya. Diketahui, Kejari Kraksaan diam-diam menyelidiki dugaan korupsi penjualan lahan makam umum di Desa Asembakor, Kraksaan.

Lahan makam umum itu  berada di sisi barat kantor Desa Asembakor, baik itu pemakamam  umum di sisi utara jalan maupun selatan jalan raya.  Lahan makam umum yang memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi itu, rupanya masih sedikit  digunakan untuk pemakamam umum.

Nah, lahan kosong itulah yang diduga dijual. Ada tiga objek petak lahan makam yang diduga telah dijual, telah berbentuk sertifikat dari  BPN (Badan Pertanahan Negara). Diduga lahan itu dijual  pada 2012 dan 2013.

Tiga bidang lahan makam umum yang dijual itu masing-masing memiliki luas 334 meter persegi;  243 meter persegi; dan 486 meter  persegi. Ketiga lahan itu dijual dengan harga sekitar Rp 65 juta, Rp 20  juta, dan Rp 30 juta. (radar)

Incoming search terms:

  • video ngentot anak smp
  • video smp ngentot