Browse By

Nenek Suparmi Dibacok Hiingga Jari Terputus

Diduga Bermotif Tuduhan Santet

PAJARAKAN – Suparmi, 60, warga Dusun Lesan, Desa Rondo Kuning, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, kemarin hanya bisa terkulai lemas di ruang bedah RSUD Waluyojati, Kraksaan. Itu, setelah nenek  lima cucu ini diserang dua orang tak di kenal  dini hari kemarin.

Suparmi-yang-mengalami-lima-luka-bacok,-kemarin-hanya-bisa-terbaring-di-ruang-bedah-RSUD-Waluyojati,-Kraksaan.

Ia pun menderita lima luka bacok di sejumlah bagian tubuhnya.  Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, peristiwa penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 03.30 dini hari kemarin. Lokasinya, sekitar 300 meter dari Jalan Raya Pajarakan.

Loading...

Saat itu, Suparmi hendak berangkat berjualan pisang goreng dan kopi di Pasar Pajarakan,  dengan jalan kaki. Di tengah jalan, tiba-tiba  muncul dua orang tidak dikenal dari semak-semak dan langsung menganiayanya dengan  senjata tajam (sajam).

Beruntungnya, saat diserang dua orang tak dikenal itu, Suparmi berteriak minta tolong.  Teriakannya pun terdengar oleh warga di rumah yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Warga pun datang dari arah selatan. Sedangkan kedua pelaku langsung  melarikan diri.

Barang bawaan  milik Suparmi tak ada yang hilang dalam insiden penyerangan di pagi buta tersebut.  Tak berselang lama, petugas kepolisian sektor Pajarakan pun mendatangi lokasi. Usai melakukan pertolongan kepada Suparmi, polisi juga melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara).

Saat itu, polisi tak menemukan senjata tajam yang digunakan pelaku untuk membacok Suparmi. Polisi hanya menemukan  sarung (bungkus) sajam golok dan batu tajam yang diduga digunakan  untuk memukul korban.  Korban Suparmi sendiri mengalami  5 luka bacok.

Mulai dari  luka bacok di bagian kepala,  tangan dan jari tangan kirinya  pun terputus. Saat ditemui di ruang bedah RSUD siang kemarin, Suparmi banyak merintih kesakitan.  Namun, ia masih bisa bercerita. ”Tidak tahu kenapa malah mukuli  saya. Saya tidak tahu, mereka  mau mengambil apa dari saya,” katanya dengan suara pelan.

Nenek 2 anak dan 5 cucu itu  mengaku, beberapa tahun silam  (2011) dirinya pernah dituduh memiliki ilmu santet oleh beberapa warga. Padahal, dirinya  sendiri tidak pernah merasa memiliki ilmu santet seperti yang dituduhkan itu.  “

Dulu saya pernah punya masalah.  Saya dituduh punya ilmu santet, padahal saya tidak merasa mempunyai ilmu semacam  itu. Tapi, itu sudah lama,” ungkapnya.  Sementara itu, Kanit Reskrim  Polsek Pajarakan Ipda Selamet  AR saat dikonfirmasi mengatakan,  kasus penganiayaan yang terjadi masih dalam penyelidikan.

Pihaknya, hingga saat ini belum dapat memastikan motif kasus penganiayaan tersebut. Namun, diungkapkannya, beberapa hari sebelumnya, korban Suparmi sempat nyaris menjadi korban percobaan penganiayaan. Namun, kejadian itu gagal karena diketahui oleh warga.

“Belum dapat dipastikan motifnya apa. Kami masih akan dalami kasus ini dan selidiki dua pelaku penganiayaan ini,” katanya  saat mendampingi kapolsek  setempat, kemarin. (radar)

Incoming search terms:

  • bokep anak tiri
  • bokeb nenek
  • bokep rondo deso
  • bokep rondo desa