Browse By

Diserbu Tembakau Luar Daerah

Stok Tembakau Kabupaten Surplus

KRAKSAAN – Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo memprediksi ada satu persen tembakau yang tidak bisa  dijual ke gudang. Hal itu, di sebabkan masuknya tembakau dari luar kota  seperti Situbondo, Bondowoso, dan  Jember. Tentu saja hal ini merugikan petani tembakau lokal.

Diserbu-Tembakau-Luar-Daerah

”Sisa tembakau yang tak terjual ke gudang hanya sedikit. Kalau di persenkan,  hanya berkisar satu persen. Karena informasi di lapangan hanya berkisar 2 hektare (luas lahan dimana tembakau tidak terjual ke gudang) totalnya. Itu pun hanya daun di bagian  pucuknya,” ujar Kepala Disbunhut Rahardjo.

Loading...

Ia mengungkapkan, kebutuhan tembakau di kabupaten jika merujuk pada kuota awal yakni 12.929 ton. Kuota tersebut merupakan rencana kebutuhan tembakau. Dengan kelebihan satu persen, maka tidak ada lagi gudang tembakau yang menerima  kelebihan tersebut. 

Raharjo mengaku, sejak beberapa hari terakhir, semua gudang tembakau  di kabupaten sudah tutup. “Kami belum dapat surat resmi soal gudang tembakau apakah sudah tutup. Tapi,  informasinya, gudang tembakau sudah mulai tutup semua,” terangnya.

Sejatinya, gudang tembakau sudah tutup Oktober lalu. Tetapi, karena banyaknya tembakau dari petani, gudang menambah waktu penerimaan  tembakau tersebut. Sampai-sampai, gudang tembakau mengambil tembakau  melebihi jatah awal. Yaitu,  Gudang Garam, Sampoerna, Djarum,  Bentoel, dan AOI.

”Gudang sudah mengambil tembakau melebihi rencana awal. Tapi, masalahnya, ada pedagang dan blandang yang nakal memasukkan tembakau  dari luar daerah kabupaten. Itu, faktor tembakau di luar daerah terkena abu raung. Jadi, mereka mencampur tembakau luar dengan tembakau lokal yang kualitasnya  lebih baik,” jelasnya.

Selain faktor masuknya tembakau luar daerah, banyak petani yang bandel, yakni menanam tembakau mulai Agustus. Otomatis, ketika  panen terlambat. Bahkan, ada petani   yang baru menanam ketika gudang tembakau dibuka.

”Kami sudah imbau jauh hari sebelumnya, untuk menanam tembakau  di masa tanam ideal, yaitu  Juni-Juli. Nah, banyak petani menanam pada Agustus, padahal saat  itu gudang mulai membuka pe nerimaan tembakau,” jelasnya. Ketika di larang, petani mengaku hasil  panennya nanti untuk pasaran lokal.  Namun, ketika tidak dilirik pasar lokal, petani kelimpungan. (radar)

Incoming search terms:

  • tembakau menyono