Browse By

Dewan-BLH Rekomendasikan Pabrik Tutup Sementara

Pabrik Pengolahan Tulang Ikan yang Menimbulkan Bau

BANGIL – Polemik bau busuk yang ditimbulkan pabrik pengolahan tulang ikan untuk pakan ternak, CV Sumber Asia di kawasan PIER, Kabupaten Pasuruan, membuat DPRD dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat  merekomendasikan pabrik setempat berhenti beroperasi sementara.

Warga-dari-delapan-desa-di-Kecamatan-Bangil,-Kraton,-dan-Rembang-saat-melurug-kantor-DPRD-untuk-memprotes-limbah-pabrik-tulang-ikan,-kemarin.

Pabrik baru boleh beroperasi bila pengelolaan limbahnya sudah baik. Keputusan itu diambil setelah ratusan warga dari perwakilan delapan desa di tiga kecamatan  (Rembang, Kraton, dan Bangil), kemarin menggelar aksi unjuk rasa.

Loading...

Aksi itu digelar di pintu gerbang PT PIER serta di kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. Dalam aksi itu, mereka mendesak agar legislatif dan pemkab menutup perusahaan yang dianggap menyebarkan bau menyengat tersebut.

Alasannya, perusahaan yang masuk kawasan PT PIER itu, mengancam kesehatan masyarakat dengan bau menyengat yang ditimbulkan. “Tidak ada kata lain. Tutup CV  Sumber Asia adalah harga mati,”  pekik salah satu pengunjuk rasa  saat berada di kawasan PIER.

Aksi berlangsung mulai pukul 09.00. Kalangan laki-laki dan  perempuan turut serta dalam aksi tersebut. Sebagian dari mereka membawa spanduk yang  bernada protes.  Ratusan massa yang menggelar unjuk rasa tersebut, berasal dari  delapan desa yang ada di Kecama tan Rembang, Kraton, dan Bangil yang terdampak adanya  bau yang dihasilkan perusahaan.

Diantaranya dari Desa Raci, Pandean, Mojoparon, Pejangku  ngan, Curah Duku, Rembang,  Oro-oro Ombo, dan juga Pekoren.  Unjuk rasa yang berlangsung di kawasan PIER hanya berlangsung  sekitar 20 menit. Selanjutnya,  warga melanjutkan aksinya dengan melurug kantor dewan.

Ratusan warga dari delapan desa  itu, menuju kantor dewan dengan berjalan kaki. Begitu sampai di depan kantor dewan, mereka kembali berorasi. Menurut Ahmad Rifai, salah satu pengunjuk rasa, bau menyengat yang  ditimbulkan perusahaan  CV Sumber Asia membuat warga sesak napas.

“Kami minta agar CV Sum ber Asia ditutup,” protesnya.  Hal senada disampaikan Anwar Sadad, warga Pejangkungan yang  turut berunjuk rasa. Sadad menyampaikan,  bau menyengat itu sudah dirasakan warga terdampak  sekitar 10 tahun.

Nah, bau menyengat itu sangat mengganggu kesehatan dan meresahkan masyarakat. “Bau  yang dihasilkan, mengganggu kiai yang mau mengajar ngaji saat magrib. Beban bagi kami saat menerima tamu, mengganggu pondok-pondok, hingga mengganggu  saat kami santap buka sahur  dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Kegeraman senada disampaikan Suud, warga Mojoparon. Lelaki yang mengaku sebagai korlap aksi itu menyampaikan, kalau  berkali-kali menyampaikan surat. Baik ke dewan, pemkab, maupun  keperusahaan. Intinya, agar   peru sahaan tidak memunculkan bau.

“Kalau ditimbang, bisa sampai  setengah kuintal surat yang kami  kirim. Tapi, tidak ada hasilnya.  Karena itulah, kami lakukan aksi  ini,” kritiknya. Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan merekomendasikan agar  BLH melakukan penutupan perusahaan.

Penutupan itu dilaku kan hingga perusahaan tidak  lagi memunculkan bau.  Desakan itu, juga dilontarkan Hermadi dan Sholeh, anggota Komisi III DPRD Kabupaten  Pasuruan. “Kami merekomendasikan agar perusahaan ditutup.

Kami minta agar masyarakat tidak  melakukan tindakan secara adat,” minta Sholeh.  Di sisi lain, Kepala BLH Kabupaten Pasuruan Muchaimin bakal melakukan paksaan pemerintah. Pihaknya akan menyampaikan ke bupati Pasuruan untuk mengeluarkan surat penutupan perusahaan.

Paksaan pemerintah ini, menurutnya diatur dalam pasal 76  UU 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengendalian Lingkungan. “Acuan kami, pada  UU. Kami bisa melakukan paksaan pemerintah untuk melakukan  penutupan terhadap perusahaan.

Mulai besok (hari ini, Red)  perusahaan dilarang untuk berproduksi,” sampainya. Penghentian tersebut, bersifat sementara. Sampai perusahaan tidak lagi menimbulkan bau.  “Sampai proses pembuatan IPAL (instalasi pengelolaan air limbah)nya selesai dan ada penyaringan  bau pada cerobongnya direalisasikan,” bebernya.

Atas keputusan itu, pihak perusahaan sendiri hanya bisa  pasrah. Johan GA, manajer perusahaan  setempat, sejatinya meminta waktu untuk menyelesaikan IPAL perusahaan. Karena  sesuai perjanjian awal, pihak perusahaan masih diberikan waktu untuk menyelesaikan perbaikan IPAL-nya. Namun, pihaknya sendiri tak bisa berbuat  banyak. “Hasil ini akan kami  sampaikan ke atasan,” akunya.  (radar)

Incoming search terms:

  • cv sumber asia
  • pabrik tulang di pier
  • cv asia pabrik tulang pier pasuruan
  • cv sumber asia pasuruan