Browse By

Solar Turun, Tarif Kapal Tetap

MAYANGAN – Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebesar Rp 200, tidak berdampak pada tarif angkutan penyeberangan dari dan menuju pulau Gili, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Tarif-penyeberangan-dari-dan-menuju--Gili-tidak--berubah-meski--solar-turun.

Pemilik kapal memberlakukan tarif angkutan penyeberangan itu tetap seperti sebelum ada penurunan yakni Rp 7 ribu untuk sekali berangkat. Diketahui, sejak awal Oktober lalu pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan harga solar dari Rp 6.900 per liter ke Rp 6.700 per liter.

Loading...

Penurunan tarif sendiri, menurut pemerintah pusat, dimaksudkan untuk mendorong pergerakan  industri. Suryono, koordinator penyeberangan kapal Gili Ketapang mengatakan, alasan tarif penyeberangan tetap karena penurunan harga solar tidak terlalu signifikan.

“Cuma turun sedikit, karena itu harga tarif penyeberangan tetap,”  katanya. Ia menambahkan, ketika harga solar naik di kisaran Rp 200 sampai Rp 500, pihaknya juga tidak menaikkan tarif penyeberangan. Perubahan tarif baru dikenakan ketika harga solar mengalami kenaikan atau penurunan lebih dari Rp 1.000.

Diketahui, penumpang yang menjadi pelanggan perahu penyeberangan beragam. Mulai dari  warga Desa Gili sendiri, hingga guru dan pegawai yang bekerja di satu-satunya pulau di kabupaten itu. Meski begitu, kendati sejumlah penumpang  sudah menjadi pelanggan tetap, namun pemilik kapal enggan memberikan tarif khusus.

Suryono  mengaku, tidak membeda-bedakan, sebab keberadaan pelanggan justru menaikkan pendapatan pemilik kapal. “Tarifnya sama. Tidak ada penum pang yang saya berikan tarif berbeda,” pungkasnya. (radar)