Browse By

Eks Ketua-Pendamping Ditahan

Kasus Dugaan Korupsi PNPM Rembang

BANGIL–Penyidikan kasus dugaan korupsi dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Kecamatan Rembang pada 2011-2013 oleh Polres Pasuruan terus menggelinding.

Kasus-Dugaan-Korupsi-PNPM-Rembang

Usai menjerat bendahara dan sekretaris PNPM, kini giliran eks ketua dan seorang pendamping PNPM yang dijerat jadi tersangka. Keduanya dicatut petugas Unit Tipikor Satreskrim Polres Pasuruan  karena disinyalir menikmati  uang negara untuk kepentingan  pribadi.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Khoirul Hidayat menyampaikan,  dua orang yang “katut” menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi PNPM Mandiri  Rembang adalah Kurnia Janati  dan Edy S.  Kurnia Janati merupakan ketua PNPM Kecamatan Rembang pada  saat itu.

Sementara, Edy S. merupakan  pendamping program tersebut  kala itu. “Yang satu  merupakan mantan ketua dan satu lagi, mantan pendamping,” kata Khoirul. Ia menjelaskan, penetapan keduanya  sebagai tersangka merupakan  pengembangan dari  pengungkapan  kasus sebelumnya.

Loading...

Sebelum menetapkan eks ketua dan pendamping, pada 2014 lalu  polisi menetapkan dua tersangka lebih dulu.  Keduanya adalah, Ila Kurnia  Ida Vanti, yang merupakan bendahara   dan Wahyu Munawaroh, sektretaris  PNPM Mandiri Kecamatan Rembang.

Keduanya bahkan telah divonis bersalah  oleh majelis hakim.  Dari dugaan korupsi itu, ada  temuan kerugian negara hingga Rp 295 juta. Berdasarkan audit Badan Pengawas Keuangan dan  Pembangunan (BPKP), menurut Khoirul, eks ketua dan pendampingi disebut-sebut menikmati sekitar Rp 120 juta.

“Setelah ditemukan kerugian negara sebesar Rp 120 juta hasil audit  BPKP, keduanya (eks ketua dan pendamping) kami tetapkan sebagai tersangka. Penetapan itu juga diikuti dengan penahanan keduanya,” beber perwira polisi dengan tiga  setrip di pundaknya tersebut.

Penahanan kedua tersangka  itu dilakukan sejak 5 Oktober 2015. Masa penahanan mereka  selama  20 hari dan sudah dilakukan perpanjangan. Sejauh ini, pihak satreskrim masih melakukan penyiapan  berkas untuk pelimpahan ke Kejaksaan.

“Kami masih melengkapi berkasnya, untuk kemudian  melakukan pelimpahan tahap  pertama. Rencananya, di mingguminggu  ini pelimpahan akan  kami  lakukan,” sambung dia.  Dijelaskan Khoirul, dugaan korupsi itu dilakukan oleh mantan ketua PNPM tersebut dengan tak  menyetorkan dana angsuran  anggota ke kas.

Uang tersebut diduga dipergunakan untuk kepentingan  pribadi yang bersangkutan.  Sementara, Edy sendiri turut menikmati aliran dana tersebut.  Atas perbuatannya itu, mereka  pun disangkakan melanggar pasal 2 jo pasal 3 UU Tipikor. Mereka  diduga memperkaya diri sendiri  sehingga  merugikan keuangan negara. (radar)