Browse By

Kemarau Panjang, Masa Tanam Tembakau Bertambah

PROBOLINGGO – Musim kemarau yang lebih panjang tahun ini memberikan keuntungan bagi petani tembakau.  Mereka bisa menanam tembakau lebih lama. Seperti yang diungkapkan Muhammad,  40, petani tambakau asal Desa Sumberkare,  Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

Lahan-pertanian-tembakau-Menyono-di-Desa-Sumberkare,-Kecamatan-Wonomerto.-Lahan-ini-sudah-dua-kali-ditanami-tembakau,-tahun-ini.

Menurutnya, biasanya musim tanam tembakau maksimal sampai bulan September. Namun, hingga Oktober tahun ini petani masih bisa tanam tembakau. Muhammad mengaku, terakhir panen tembakau Menyono di akhir Juli.

Loading...

Biasanya, setelah panen dia ganti bertanam jagung. Namun, tahun ini tidak demikian. Musim kemarau yang panjang membuat dia memutuskan untuk kembali bertanam tembakau. Diperkirakan tanaman kedua itu akan dipanen  di akhir Oktober.

“Semoga saja sampai akhir Oktober tidak ada hujan. Jadi, setahun ini panen tembakau sampai dua kali. Padahal,  biasanya cuma sekali,” ujarnya. Selain itu, harga tembakau Menyono relatif stabil dibandingkan tembakau Paiton VO yang dijual ke gudang.

Saat ini harga tembakau Menyono di kisaran Rp 70 ribu per satu tambang. “Kalau tembakau Menyono tidak dijual kiloan, tapi dalam satuan tambang. Yang beli ini pedagang pasar.  Harganya masih sekitar Rp 70 ribu,” ujarnya.

Sementara, harga tembakau Paiton VO sekitar Rp 20 ribu per kilogram. “Itu juga bisa anjlok. Saat ini, menurut petani  tembakau VO harganya malah di bawah  Rp 20 ribu per kilogram,” ujarnya. Masa tanam tembakau yang lebih lama ini juga diakui Samin, 35, petani  tembakau Menyono di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto.

Samin mengaku biasa bertanam tembakau mulai Maret sampai Juli. Setelah itu lanjut Jagung. Namun, tahun ini dia bisa bertanam tembakau dua kali. Yaitu, mulai Juli sampai Oktober. Dalam satu kali panen Samin mengaku bisa mendapat hasil kotor Rp 35 juta  dari satu hektare lahan tembakau Menyono.

Namun, tahun ini bisa bertambah, menunggu panen lagi di akhir Oktober. “Semoga saja sampai Oktober selesai tidak ada hujan. Cuaca panas ini juga  membantu jemur tembakau. Jadi keringnya  bagus,” ujarnya. (radar)