Browse By

Cerita Sopir Ambulans Pengantar Jenazah

Dapat Tugas Malam, Ajak Satpam

MULYONO, 40, adalah salah satu dari para sopir istimewa tersebut. Warga Jl KH Ahmad Dahlan, kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, tersebut sudah sejak dua tahun terakhir menjalani tugas sebagai sopir ambulans.

Mulyono-di-area-parkir-ambulans-RS-Dharma-Husada,-tadi-malam.

Sehari-hari, ia bertugas di RSU Dharma Husada, Kota Probolinggo. Layaknya tak ada jadwal orang sakit, tak ada libur pula bagi sopir ambulans, termasuk Mulyono. Mereka harus selalu stand by di RS dan  siap mengantar pasien untuk dirujuk.

Loading...

Karena peran sentral itu, RS memiliki sejumlah sopir yang berbagi tugas piket.  Ada yang kebagian jadwal piket pagi sampai  sore, piket sore sampai malam, serta ada yang bertugas malam hingga pagi hari.  Meski diperlakukan istimewa di jalan, menurut Mul—sapaan Mulyono, tak ada suka dalam profesi tersebut.

Selama mengemudikan kendaraan mengantarkan pasien, yang ada di perasaannya hanya haru dan kasihan. “Bagaimana kalau keluarga saya yang sakit. Jadi kasihan, tidak ada sukanya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo,  saat ditemui tadi malam.

Karena itu pula, Mul mengaku sering menolak pemberian tip dari keluarga pasien.  Menurut Mulyono, meskipun  mendapat perlakukan istimewa  di jalan raya, dirinya tetap tak  bisa semena-mena di jalan. Saat melewati traffic light misalnya, ia tak bisa asal nyelonong meski  lampu merah menyala, pertanda kendaraan harus berhenti.

“Tetap harus lihat situasi. Harus pelan, tapi tetap berjalan. Kalau langsung nyelonong, bisa celaka,” katanya. Prinsip memperhatikan siatuasi, juga berlaku ketika melewati  jalan rusak. “Tidak bisa  asal cepat,” tambahnya.

Selama 2 tahun menjadi sopir ambulans, Mulyono merasakan  betul perlakuan istimewa yang  didapat. Saat membawa pasien, kendaraannya tak pernah terjebak macet. Kalau pun ada gangguan macet, polisi akan membantu  memberikan jalan.

Mengenai dukanya, Mulyono menyebut bila mengantarkan jezanah malam hari. Lebih-lebih  bila alamatnya pelosok. Oleh sebab itu, ia sering mengajak satpam saat  bertugas. Selain un tuk menemani perjalanan, juga untuk membantu perawatan di rumah duka.

“Kondisinya gelap dan sepi  seperti kalau ke desa-desa pelosok” katanya. Dari RS, Mul memang bersama keluarga korban.  Tapi pulangnya, ia akan sendirian. Tapi, karena kemanusiaan  dan panggilan tugas,  hal itu tetap dijalaninya.

Di luar Mulyono, ada empat sopir lain yang punya tugas serupa.  Selain mengantarkan pasien  dan jenazah, mereka juga bertugas merawat kendaraan. “Kalau ada  yang tidak enak dengan kendaraan,  harus segera lapor agar ditangani,” katanya. Di RSUD dr Moh Saleh, tercatat  juga ada lima sopir ambulans  yang gantian bertugas. (radar)

Incoming search terms:

  • cerita mistis tragedi paiton
  • cerita pengantar jenazah
  • cerita sopir ambulance
  • cerita misteri paiton
  • tragedi paiton
  • kisah misteri pengantar jenazah
  • misteri jalan paiton
  • kisah sopir ambulan
  • cerita sopir ambulan
  • mobil jenazah