Browse By

Dipercaya Jadi Tempat Bermainnya Bidadari

DARI simpang tiga Taman Wisata Tretes, lokasi Taman Kahyangan tak terlalu jauh. Turun sedikit di depan pos polisi Tretes, ada Jalan Komcis, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen. Nah, di jalan itulah, taman tersebut berada.

Seorang-pengunjung-menikmati-pemandangan-dari-Taman-Kahyangan.

Secara kasat mata, taman tersebut belum tampak istimewa memang. Satu-satunya yang menarik adalah suasananya yang tenang, khas alam pegunungan. Serta, panoramanya yang aduhai lantaran dari tempat ini, pengunjung bisa menyaksikan daerah bawah Prigen yang aduhai.

Terutama saat malam hari. Akses menuju kelokasi ini cukup mudah. Lokasi yang berada di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut itu, bisa ditempuh hanya dalam waktu lima menit dari depan pos polisi. Meski begitu, masuk ke sana, dari Lingkungan Rekesan, kampung  terakhir, hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki atau sepeda motor.

Loading...

Untuk roda empat, lebar jalan terlalu sempit. Namun, pengunjung   tak perlu khawatir. Akses jalan yang berupa cor beton, mudah  untuk dilalui. Sekalipun, kewaspadaan  tetap diperlukan lantaran kondisinya menurun  tajam.

“Kami menyebutnya Taman  Kahyangan,” kata Sutini,  salah satu warga setempat kepada Jawa Pos Radar Bromo, Minggu  (4/10) lalu.  Disebut Taman Kahyangan,  karena konon, lokasi ini dipercaya sebagai tempat bermainnya para  bidadari.

“Lokasinya asyik, jadi oleh warga sekitar sekarang mau dijadikan sebagai objek wisata  baru.  Tempat melihat pemandangan  dari puncak Prigen,” lanjut Sutini.  Dikatakan Sutini, jauh sebelumnya,  lokasi yang tepat berada  di atas Air Terjun Putuk Truno itu  hanya sebagai tempat pembuangan   sampah oleh warga.

Namun, belakangan, lokasi yang kadang dipakai sebagai jalur alternatif warga  Pecalukan-Prigen itu dimanfaatkan sebagai tempat nongkrong. Dari sini, pengunjung tidak hanya  bisa merasakan sejuknya hawa pegunungan.

Dari tempat ini,  mereka juga bisa menikmati indahnya  panorama daerah-daerah  di bawahnya. Sedangkan binatang-binatang  liar, seperti kera Jawa yang  saling berlompatan di antara dahan pohon, adalah bonusnya.

“Pengunjung tak hanya menikmati  pemandangan alam dari  puncak pegunungan saja. Tetapi,  juga bisa melihat binatang liar seperti monyet. Kerap muncul dan bergelantungan di pohon sekitar taman ini,” bebernya.

Belum lagi, akses jalan yang dikelilingi pohon pinus dan jati, memanjakan mereka yang akrab  dengan wisata alam.  Warga sendiri sepertinya cukup  serius  untuk menyulap spot ini sebagai tempat tongkrongan. Di  kanan kiri jalan, kini tengah dipersiapkan  beberapa tempat dari  bambu.

Ke depan, tempat-tempat  itu setidaknya bisa dimanfaatkan  warga untuk berjualan. Sekadar  soft drink atau snack. “Ini masih proses babat alas (mengawali berbenah, Red), sedang berjalan. Sekitar dua bulanan, dan lokasi ini belum banyak  yang tahu kecuali warga sekitar,”  terang Mujiono, camat Prigen.

Hadirnya Taman Kahyangan  ini diharapkan bisa menjadi spot  baru bagi warga untuk menikmati  alam di kawasan Puncak Prigen. Karena itu, bersama warga, ia  berupaya  mengemas area sekitar   agar tampak lebih menarik.

“Jika datang langsung dan  melihatnya dari dekat, tidak kalah  dengan Gunung Banyak atau Payung di Kota Batu. Untuk sementara masih gratis, ke depan  ada pengelolanya dan ditiketkan.  Tentunya  terjangkau,” cetusnya  tersenyum.  (radar)

Incoming search terms:

  • taman kayangan
  • taman kayangan tretes
  • taman kahyangan
  • taman khayangan
  • taman kayangan prigen
  • taman bidadari solok
  • lokasi taman kayangan tretes
  • lokasi taman kayangan
  • alamat lengkap taman kayangan
  • Tiket taman kayangan tretes