Browse By

21 Jajanan Anak Mengandung Borax

PROBOLINGGO- Sedikitnya ada 21 jajanan anak yang mengandung bahan berbahaya jenis borax di Kota Probolinggo. Jajanan itu dijual Pedagang Kali  Lima (PKL) atau kantin sekolah yang biasa dikonsumsi anak-anak.

Suasana-pertemuan-yang-menghadirkan-pelaku-usaha-dan-sekolah,-kemarin.

Ada pula yang dijual di pasar tradisional.  Hal itu diungkapkan Kasi Penyehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, usai pembinaan hasil pengujian pangan mengandung bahan berbahaya bagi pelaku usaha dan sekolah, kemarin (5/10).

“Dari 60 jajanan yang diambil sampelnya, 21 yang mengandung bahan berbahaya,” katanya usai acara yang dihadiri Badan Pengawas Obat dan Makanan  (BP OM) Surabaya tersebut kepada wartawan. Antara  lain cilok dan pentol.

Loading...

Ia menjelaskan, pada 4-5 Agustus lalu, BPOM turun ke Kota Probolinggo dan mengambil 60 sampel jajanan siap saji. Mayoritas sampel diambil di kantin atau PKL yang biasa berjualan di dekat sekolah. Sampel tersebut di bawa ke Surabaya untuk menjalani uji laboratorium.

Kemudian, pada 24 Agustus, BPOM menyampaikan hasil lab. Dari 60 sampel yang diambil, 21 di antaranya mengandung borax. “Zat pewarna berbahaya tidak ditemukan,” kata Sitrin. Nah, kemarin, hasil lab tersebut disampaikan  kepada kepala SD, pengelola  kantin, dan PKL yang biasa  berjualan di dekat sekolah.

Bagian Layanan Informasi Konsumen  pada BPOM Budi Sulistyowati  mengatakan, pengujian jajanan telah dilakukan rutin  sejak  2010. Menurutnya, dari  tahun   ke tahun, terjadi penurunan penggunaan bahan-bahan berbahaya  pada makanan siap saji  yang dijual di Jatim.

“Sekarang tinggal borax (yang masih ditemukan, Red). Tidak ada formalin atau pewarna mekanan berbahaya,” katanya. Tren penurunnan itu diketahui dari evaluasi tahunan yang dilakukan BPOM Surabaya.

Dalam kesempatan kemarin, Sitrin meminta PKL yang biasa  berjualan  di sekolah, mengganti bahan jika menggunakan bahan berbahaya. “Kalau tidak mengerti,  silakan datang ke Dinkes atau  ke puskesmas,” pintanya.

Sementara itu, selain BPOM,  Dinkes juga melakukan pengujian  rutin atas makanan siap saji,  terutama jajanan anak. Setiap puskesmas, mengambil 24 sampel  setiap tahun di wilayah masingmasing untuk diuji lab. (radar)

Incoming search terms:

  • borax probolinggo