Browse By

Ditabrak, Ancam Tembak Siswa

SUMBERASIH – Kecelakaan lalu lintas dialami Agus Sugianto, siswa kelas XII SMAN 1 Sumberasih, Kabupaten Probolinggo dengan Sugianto, 42, warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Agus,-menjalani-perawatan-di-RSUD-Tongas-usai-mengalami-kecelakaan-lalu-lintas,-kemarin.

Nahasnya, kecelakaan ini berlanjut pada penganiayaan dan ancaman tembak. Kecelakaan itu, terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Pantura, Desa/Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Agus mengatakan, saat itu dirinya sepulang  sekolah mengendarai motor Yamaha Jupiter.

Ia menyeberang dari selatan untuk kemudian ke timur di Jalur Pantura Desa/Kecamatan Sumberasih. “Saya mau pulang,” ujarnya, saat ditemui di UGD RSUD Tongas. Agus mengaku sudah menyalakan lighting. Di seberang jalan, ada motor Sugianto.

Loading...

Agus mengatakan, Sugianto terlihat ragu saat hendak menyeberang. Karenanya, ia gugup sampai menabrak motor Honda  Supra yang dikendarai Sugianto  yang berboncengan dengan anak  dan istrinya. Tak terima ditabrak, Sugianto marah.

Kedua pengendara ini terlibat adu mulut. Tak hanya itu, menurut Agus, Sugianto menendang perut dan pipi kanan. Bahkan, juga mengancam hendak menembaknya dengan pistol. “Dia tidak  terima dan langsung menendang perut saya.

Dia ngaku polisi dan mau menembak saya,” ujarnya, sambil meringis. Pengakuan Agus diamini teman sekelasnya, Naim. Naim mengaku, kala itu hendak melerai ketika Sugianto mau melemparkan helm kepada Agus. “Diam kamu, jangan ikut campur.

Apa mau kamu yang saya tembak,” ujar Naim, menirukan ancaman Sugianto kepadanya.  Ribut-ribut itu akhirnya dilaporkan ke Polsek Tongas karena jaraknya dekat dengan lokasi kejadian. Sehingga, kedua belah pihak  langsung diamankan.

Agus langsung dilarikan ke RSUD Tongas. Begitu  pula dengan anak Sugianto, yang  masih berusia 4 tahun. Sedangkan, Sugianto mengatakan, kala itu pihaknya belum menyeberang dan masih menunggu kesempatan. “Setengah ban saya  sudah diaspal, tapi saya belum nyeberang.

Saya lihat dia (Agus) ngebut karena dari arah barat ada  kendaraan lain. Saya sudah berusaha  mundur, tapi tidak bisa, langsung saja dia hantam motor saya,” jelasnya.  Akibatnya, anak dan istrinya  terjatuh. Sugianto membantah dituding mengaku polisi.

“Saya  bukan polisi, saya tidak pernah mengaku polisi. Saya bukan polisi, dapat dari mana pistol. Saya masukkan tangan saya ke saku mau ambil HP, mau telepon saudara saya ngabari kalau saya kecelakaan,” jelasnya.  Sugianto juga membantah menendang korban di bagian perut  dan kepala.

Ia mengaku, karena  terbawa emosi, sehingga menendang  kaki Agus. “Saya cuma nendang kakinya. Tidak benar kalau  saya nendang perut dan kepala. Orang tua mana yang tidak emosi  melihat anaknya terjatuh. Saya marah dan emosi karena dia ngebut  dan menabrak saya,” katanya.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota AKP Saadun mengaku masih menyelidiki peristiwa  ini. “Kami masih selidiki dan mintai keterangan kedua pihak. Tentang siapa yang salah, masih akan kami dalami,” ujarnya. (radar)

Incoming search terms:

  • sman 1 sumberasih