Browse By

Siswa SMK Jatuh di Air Terjun

SUKAPURA – Aksi nekat Jefri Fibriono, 17,  siswa kelas 3 SMK Negeri 3 Sukapura, berujung maut. Kemarin (30/7), pelajar asal Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, itu terjatuh saat melompati aliran sungai di atas air terjun.

Jenazah_korban_saat_hendak_dibawa_ke_rumah_duka_dari_Puskesmas_Sukapura_kemarin.

Tepatnya di Dusun Krajan, Desa Ngepung, kecamatan  setempat.  Peristiwa itu sendiri terjadi sekitar pukul 08.30. Korban yang terjatuh di dasar (palung) air terjun sedalam 10 meter, akhirnya ditemukan tak bernyawa. Jasadnya bahkan baru bisa dievakuasi sekitar tiga jam kemudian.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo di tempat kejadian perkara (TKP), saat  itu SMKN 3 tengah menggelar kegiatan kerja bakti usai pelaksanaan masa orientasi sekolah (MOS). Namun, 10 siswa, termasuk korban keluar melalui pagar belakang sekolah dengan memanjat pagar.

Belakangan, diketahui korban dan rekan-rekannya menuju air terjun yang lokasinya berjarak sekitar 150 meter dari sekolah. Dari keterangan siswa yang selamat kepada polisi, diketahui jika mereka ingin menghindari kerja bakti yang digelar sekolah.

Nah, tiba di atas air terjun, teman korban mengingatkan agar korban melepas sepatunya. Namun, peringatan itu diabaikan. “Jefri sama temannya diminta melepas sepatu, tapi korban tidak mau,” terang Kapolsek Sukapura AKP  Nur Choiri ketika ditemui  koran ini di TKP.

Korban kemudian berusaha melewati aliran  sungai yang ada di atas air terjun dengan cara  melompati dua batu yang ada kedua sisi. Namun, nahas menimpa korban. Kakinya tergelincir hingga membuatnya meluncur  ke dasar air terjun.

Bahkan, korban terjepit  di palung air terjun yang kedalamannya  mencapai sekitar 10 meter. Nur Choiri menduga, saat berada di dasar palung, korban sempat terjepit bebatuan. Padahal, korban tidak bisa berenang. Ditambah  lagi, tidak ada satu pun yang saat itu bisa menyelamatkan korban lantaran ke-9 rekannya  yang lain ada di atas air terjun.

Loading...

Maklum bila rekan-rekan korban tak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan korban. Sebab, untuk sampai di dasar air terjun mereka harus menempuh jarak 150 meter dengan kemiringan  30 derajat. Belum lagi medan yang berkelok dan berbatu.

Praktis, mereka pun hanya bisa berteriak minta tolong hingga akhirnya terdengar warga sekitar. Mereka lalu  berusaha menolong korban. “Tapi  karena medannya sulit, tetap saja tidak bisa menyelamatkan nyawa korban,” terang Kapolsek.

Jasad korban yang sudah kaku berhasil diangkat dari dasar air  terjun meskipun sulit sekitar  pukul 09.00. Proses evakuasi korban sendiri berjalan dramatis. Pasalnya, medan menanjak dan berliku membuat evakuasi berjalan sulit. “Kami baru berhasil membawa korban  ke atas dalam waktu 3 jam,” jelasnya.

Setelah berhasil dibawa ke tepi jalan raya Sukapura, korban langsung diangkut menggunakan mobil Kapolsek ke UGD pus kesmas setempat. Keluarga korban yang mengetahui peristiwa tersebut tak kuasa menahan tangis. Tak lama kemudian, jasad korban dibawa ke rumah duka.

Sri Wisiska, 17, teman korban yang mengetahui kondisi korban juga terlihat shock. Bersama Arif Suparman, 15, yang ikut menyelamatkan korban, keduanya dirawat di puskesmas. “Dia ikut menyelamatkan korban, mungkin karena kedinginan jadi kondisinya begitu,” ujar salah seorang petugas puskesmas.

Sementara itu, beberapa guru SMKN 3 yang ada di puskesmas tidak ada yang bersedia memberikan keterangan. “Jangan saya,  saya tidak tahu kejadiannya,” ujar salah seorang guru yang mengenakan kaus merah tersebut. Sementara Dian, juga salah guru setempat hanya bisa meratapi atas  peristiwa yang terjadi.

Tak ada satu  patah kata pun yang terucap. Pihak keluarga sendiri juga terlihat shock. Ayah korban, Didik Heri  Purwanto menatap kosong jasad anaknya yang dibalut kain batik tersebut. Sesekali ia menyeka air matanya yang membasahi pipi. “Wismati anakku (sudah meninggal  anak saya),” katanya lirih.

Riami, 39, warga sekitar TKP mengaku jika air terjun tersebut memang baru-baru ini saja dikunjungi. “Lokasinya memang sulit,  tidak banyak orang yang datang ke sana karena masih liar,” jelasnya.  Karena itu, ia kaget mengetahui ada siswa tergelincir dan terjatuh bahkan tewas.

“Bahaya lokasinya,” katanya. Air terjun tersebut memang membuat warga penasaran, apalagi sudah dipromosikan  melalui media sosial. (radar)

Incoming search terms:

  • Bokep anak smk
  • bokep smk
  • video bokep anak smk
  • video bokep
  • vidio bokep anak smk
  • Download Vidio Bokep anak smk