Browse By

2 Tahanan DAK Pindah Probolinggo

Usai Mendekam 4 Bulan di Kejagung

PROBOLINGGO- Setelah hampir empat bulan mendekam di Rutan Kejagung Cabang Salemba, dua tersangka dugaan  korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kota Probolinggo tahun 2009 akhirnya dipindah ke Lapas Klas II B Kota Probolinggo.

Napon_mendapat_pelukan-dari_anggota_keluarganya_sesaat_setelah_turun_dari_mobil_kejaksaan_tadi_malam.

Pemindahan dilakukan menyusul dilimpahkannya penanganan  kasus tersebut ke Kejari setempat, kemarin (28/7). Proses  tersebut dilakukan di Kejati Jawa Timur di Kota Surabaya dan berlangsung hingga sore. Dua tersangka tersebut adalah Ahmad Napon Wibowo sebagai pelaksana dan Masdar selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) ketika pengadaan mebeler dengan  DAK 2009 dilakukan.

Kasi Intel Kejari Probolinggo  Andhi Subangun saat dikonfirmasi,  membenarkan agenda tersebut. “Ya betul, baru dua  tersangka.  Napon dan Masdar,”  katanya kepada Jawa Pos Radar  Bromo. Sedangkan untuk tiga tersangka lain yang juga ditahan Kejagung,  menurutnya   akan menyusul.

Loading...

Meliputi mantan Kepala Dinas  Pendidikan Maksum Subani dan  dua konsultan, yakni Heri  Purwanto dan Didik Supriyanto. Ketiganya  ditahan sepekan  setelah Masdar dan Napon dalam  proses penyidikan.  Nah, dengan pelimpahan tersebut, praktis proses peradilan akan dilakukan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  Surabaya.

“Pelimpahan berkas ke pengadilan akan dilakukan Kejari Probolinggo,” terang jaksa asal Jogjakarta tersebut. Soal jaksa penuntut umum, Andhi menyebut tim. Terdiri atas Kejagung yang menangani kasus, Kejati  Jawa Timur, dan Kejari Probolinggo karena locus delicti-nya berada di Kota Probolinggo.

Dalam kasus ini, mereka yang  terlibat disangka dengan pasal  2 ayat 1 Undang-Undang Nomor  31 Tahun 2009 sebagaimana diubah  dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi  sebagai  sangkaan primer.

Kemudian  pasal 3 pada UU yang  sama juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sebagai sangkaan sekunder. Seperti diketahui, ada 70 lembaga  SD yang menerima DAK 2009 di Kota Probolinggo. Khusus ntuk pengadaan mebeler, angkanya sebesar Rp 1,8 miliar.

Masing-masing SD mendapatkan  alokasi berbeda-beda. Dari pantauan di lapangan, pemindahan penahanan dua tersangka mendapatkan kawalan  ketat. Berangkat sekitar pukul 15.30 dari kantor Kejari di Surabaya, tahanan tiba di Lapas Probolinggo  sekitar pukul 19.00.

Sampai di lapas, dua tersangka disambut keluarga masing-masing  di depan pintu. Sejumlah  keluarga Napon, terlihat menyalaminya begitu keluar dari  mobil  kejaksaan. “Jangan ada yang nangis,” kata salah satu dari mereka. Adapun Masdar, berjalan di belakang Napon. Ia terlihat merunduk, menghindari sorot kamera wartawan. (radar)