Browse By

Mensos Bantu Urus Akta Anak Ponpes Metal

REJOSO – Keberadaan anak-anak asuh di Ponpes Metal, Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, mendapat perhatian dari Meteri Sosial RI. Dalam lawatannya kemarin, Mensos Khofifah Indar Parawansa berjanji membantu pengurusan  akta bagi anak-anak di ponpes setempat.

Menteri_Sosial_Khofifah_Indar_Parawansa_menggendong_salah_satu_bocah_saat_berkunjung_ke_Ponpes_Metal_Desa_Rejoso_Lor_Kabupaten_Pasuruan_kemarin.

Tak hanya membantu pengurusan akta, dalam kesempatan kemarin, Khofifah juga mensosialisasikan program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dimana, KIP merupakan program pemerintah untuk  meng-cover kebutuhan anak-anak di Indonesia akan pendidikan.

Karena itu, anak-anak terlantar sekalipun, tetap berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Khofifah menyampaikan, pada KIP, ada kolom yang berisi nama ibu, ayah, atau wali dari anak. Selain itu, juga ada nama sekolah dimana anak tersebut didaftarkan, plus foto sang anak.

Nantinya, melaui KIP, setiap anak  mendapatkan Rp 450 ribu per  tahunnya. “Jadi, anak di panti asuhan, baik di pesantren atau tidak pasti mereka didaftarkan dan berdapatkan KIP,” terangnya. Ketua PP Muslimat NU itu mengatakan,  di Indonesia, ada 4,1 juta anak terlantar atau ditelantarkan.

Loading...

Melalui KIP, pemerintah memberikan jatah sebanyak 20,3  juta KIP agar anak-anak yang membutuhkan tetap bisa melanjutkan sekolah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17,9 juta ada di Dinas Pendidikan dan sisanya di Kementerian Agama.

Tak hanya mensosialisasikan mengenai KIP. Khofifah juga  menekankan perlunya akta kelahiran bagi anak. Dikatakannya, dari 83 juga anak di Indonesia,  41 persennya masih belum memiliki akta kelahiran. Padahal, untuk masuk ke sekolah, akta kelahiran ini diperlukan.

“Apalagi, seperti Pondok Metal  ini, dimana anak yang dirawat ada yang tidak diketahui ayah dan ibunya. Sedangkan kalau menurut aturan, harus melalui persidangan dan tentunya memakan biaya dan waktu yang lama,”jelas Khofifah. Khusus di Ponpe Metal, Khofifah  berjanji untuk membantu kemudahan pengurusan akta.

Misalnya, cukup dengan mendatangkan notaris dan saksi, agar proses pemberian akta kelahiran  lebih lancar. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan Agus Sutiadji yang juga datang kemarin mengatakan, total ada 103 anak yang saat dalam asuhan Ponpes Metal.

Dari jumlah tersebut, 30 adalah  remaja,  38 siswa SD, dan sisanya  adalah bayi–balita.  Agus mengatakan, ikut mendukung  program KIP yang sudah disosialisasikan oleh Mensos tersebut. “Selain itu, juga kami akan membuat posyandu di Pondok Metal ini, Gunakanya untuk  keperluan kesehatan anak-anak  di sini,” ujarnya.

Dikatakannya, Kementerian  Sosial  juga dijadwalkan akan memberikan  bantuan makanan  dan furnitur ke ponpes yang didirikan alm. KH. Mas Abu Bakar  itu. Sedangkan dari pemkab, pihaknya dipastikan ikut membantu  keperluan lain yang dibutuhkan  anak-anak.

Usai sambutan, Khofifah juga  sempat  membagi-bagikan tas dan  alat tulis kepada anak-anak di  Pondok Metal. Lalu, dilanjutkan dengan melihat kondisi Pondok Metal secara keseluruhan juga  melayat di Makam KH Mas Abu Bakar yang meninggal pada 30 Maret 2015.

“Sementara ini karena istri Hj Lutfiyah masih masa iddah, tapi setelah itu, beliau akan meneruskan perjuangan suaminya untuk  meneruskan Pondok Metal ini,” pungkas Khofifah. (radar)

Incoming search terms:

  • download video bokep anak Sma
  • download video bokep anak sekolah
  • vidio bokep anak abg