Browse By

PIER-Bea Cukai Segel PT Rending Plastic

REMBANG – Rentetan persoalan terus mendera PT Surabaya Rending Plastic. Setelah diadukan ke Disnakersostrans dan kepolisian terkait kasus perburuhan, kemarin perusahaan yang ada di kawasan PIER itu disegel pihak manajemen PIER dan Bea Cukai.

Petugas_menyegel_PT_Rending_Plastik_di_PIER,-kemarin

Penyegelan itu sendiri berlangsung sekitar pukul 14.00, kemarin (29/6). Ikut dalam penyegelan itu, rombongan manajemen PT PIER dan KPPBC Pasuruan. Aksi penyegelan dilakukan dengan memasang garis dan kertas segel dari pihak Bea Cukai.

Informasi yang diperoleh, penyegelan pabrik yang belakangan dirundung masalah  itu, bukan semata terkait polemik perburuhan yang belakangan mencuat. Seperti yang diketahui, PT Rending Plastic diadukan ke Disnakersostrans lantaran dituding melakukan pelanggaran hak normatif buruh.

Loading...

Beberapa pelanggaran yang dimaksud diantaranya, menunggak gaji karyawan tiga bulan; pembayaran THR (tunjangan hari raya) tahun lalu yang belum tuntas; hingga penggelapan iuran BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan yang nilainya mencapai Rp 400 juta lebih.

Manajer PT PIER Wahyudi mengatakan, penyegelan tersebut dilakukan lantaran PT Rending Plastic menunggak pembayaran sewa lahan dan gedung milik PT PIER. Total sewa fasilitas yang tertunggal mencapai Rp 2 miliar terhitung selama enam bulan.

“Perusahaan menunggak pembayaran sewa selama enam bulan, sehingga terpaksa kami segel. Penyegelan ini baru pertama kali kami lakukan di perusahaan yang ada di kawasan PIER,” ungkap  Wahyudi di sela aksi penyegalan,  kemarin.

Soal pelibatan pihak Bea Cukai, halitu lantaran lokasi di mana  pabrik itu berdiri berada di kawasan berikat. “Inikan kawasan berikat. Barang yang dikeluarkan dari sini, harus mendapatkan izin dari Bea Cukai. Kalau tidak, berarti termasuk penyelundupan,” tandasnya.

Dengan penyegelan ini, kata  Wahyudi,  artinya perusahaan tengah dibekukan. Tidak boleh ada aktivitas yang dilakukan di  dalam perusahaan. Baik pengeluaran  ataupun masuknya  barang. Apalagi,  ada kegiatan produksi. Kendati begitu, bukan berarti  perusahaan tidak diperkenankan berproduksi.

Izin perusahaan  tersebut, berlangsung hingga   2035. Perusahaan kembali diperkenankan untuk produksi, setelah dilakukannya pembayaran atas tunggakan sewa ke PIER. “Ini sebagai shock therapy bagi perusahaan lain. Perusahaan boleh  kembali beroperasi setelah melunasi  tanggungannya,” beber  Wahyudi.

Sementara itu, Tjhahya Widada, perwakilan dari KPPBC Pasuruan mengatakan, kehadirannya dalam penyegalan kemarin hanya untuk mem-back up langkah yang dilakukan manajemen PIER. “Kami diajak komunikasi oleh PT PIER untuk melakukan penyegelan tersebut,” sambung dia.

Namun, ia memastikan bila selama status ‘segel’ belum dibuka, pihak perusahaan tidak diperkenankan untuk melakukan aktivitas  sebelum mendapat izin dari pihak Bea Cukai. “Bukan penyelundupan. Tapi, ada sanksi administrasi yang bisa dikenakan, jika mengeluarkan barang tanpa izin dari kami,” tukasnya.

Disisi lain, pihak perusahaan ogahuntuk mengomentari penyegelan tersebut. Miss Lin melalui bawahannya Tina, menyampaikan kalau tidak mau berkomentar atas aksi penyegelan tersebut.(radar)

Incoming search terms:

  • Surabaya Rending Plastics